Semua Informasi tentang dunia Kontraktor, Teknologi dan Internet

August 31, 2017

Urutan Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan


Urutan Pekerjaan Jalan dan Jembatan berdasarkan Speksifikasi Bina Marga

Biasanya dalam kontrak mensyaratkan  bahwa kegiatan pelaksanaan proyek harus diselesaikan secara berurutan sesuai dengan tahapan kegiatan dalam mencapai sasaran proyek; seperti contoh spesifikasi dibawah ini:

  • survei lapangan termasuk peralatan pengujian yang diperlukan dan penyerahan laporan oleh kontraktor. 30 hari setelah pengambilalihan lapangan oleh kontraktor
  • peninjauan kembali rancangan oleh Direksi Pekerjaan selesai. 60 hari setelah pengambilalihan lapangan oleh kontraktor, walau keluarnya detail pelaksanaan dapat bertahap setelah tanggal ini.
  • pekerjaan pengembalian kondisi perkerasan dan bahu jalan selesai. 60 hari setelah pengambilalihan lapangan oleh kontraktor.
  • pekerjaan minor pada selokan, saluran  air,  galian  dan timbunan, pemasangan perlengkapan jalan dan pekerjaan  pengembalian kondisi jembatan. 90 hari setelah pengambilalihan lapangan oleh kontraktor.
  • Pekerjaan drainase selesai.         :   Sebelum   dimulainya   setiap overlay.
Gambar Uritan Pekerjaan Jalan dan Jembatan berdasarkan Speksifikasi
Pelaksanaan konstruksi jalan

Pada  pelaksanaan  pekerjaan  jalan  seperti  yang  disyaratkan  pada  spesifikasi teknik, maka didalam manajemen konstruksi juga mensyaratkan bahwa perlunya pelaksanaan pekerjaan sesuai pada urutan atau tahapan pekerjaan yang benar. Sehingga pekerjaan lebih efektif dan dapat meningkatkan efisiensi pelaksanaan, mengurangi biaya konstruksi dan untuk dapat menyelesaikan seluruh pekerjaan tepat waktu.

Sering terjadi akibat keputusan manajemen yang tidak tepat dapat menyebabkan kegagalan proyek, tujuan pelaksanaan proyek tidak tercapai jika tidak mengikuti prosedur pelaksanaan yang benar dan urutan pelaksanaan dari setiap aktivitas, baik aktivitas yang besar maupun kecil harus benar.

Berdasarkan  pengalaman  pada  umumnya  pelaksanaan  konstruksi  jalan  dapat dibuat  bagan  alir  (flow  chart)  urutan  atau  tahapan-tahapan  kegiatan  sesuai dengan tuntutan teknis, jenis dan macam pekerjaan yang harus didahulukan dan pekerjaan   berikutnya   sehingga   mencapai   keseluruhan   tujuan   penyelesaian proyek secara efektif dan efisien,tepat waktu,biaya dan mutu.

Perlu juga diperhatikan bahwa dalam kegiatan pelaksanaan proyek terdapat kegiatan-kegiatan kecil yang merupakan bagian dari kegiatan utama, harus dapat dilaksanaan pada waktu yang bersamaan, sehingga seluruh kegiatan dapat diselesaikan  pada waktu yang tepat. Seluruh kegiatan yang berada pada jalur kritis harus dapat diselesaikan tepat waktu yang telah ditentukan, sehingga tidak mengganggu kegiatan lainnya yang dapat mempengaruhi waktu mulai pekerjaan berikutnya, akibatnya proyek bisa mengalami keterlambatan. Hal ini disebabkan bahwa suatu kegiatan pelaksanaan proyek tidak dapat dimulai karena belum selesainya kegiatan sebelumnya.

Bagan Alir Pelaksanaan Konstruksi Jalan

Disamping itu, penggunaan peralatan harus sesuai dengan metode yang benar, perlu mengetahui  detail-detail  tentang  seluruh  peralatan  yang akan digunakan pada  konstruksi  jalan,  sehingga  penggunaan   peralatan  dapat  lebih  efisien sehingga akan meningkatkan hasil produksi, yaitu dicapainya minimum biaya operasi   dan   pemeliharaan   peralatan   sehingga   biaya   konstruksi   menurun dan/atau dapat lebih murah, menambah keuntungan kontraktor.


Pelaksanaan konstruksi jembatan

Seperti   halnya   pada   pelaksanaan   konstruksi   jalan,   urutan   atau   tahapan pelaksanaan   pada  konstruksi   jembatan   sangat  penting  untuk  diperhatikan, karena  pekerjaan  jembatan  tidak  dapat  dilanjutkan  apabila  pekerjaan sebelumnya  belum selesai dikerjakan. Terutama bagian bawah jembatan yang biasanya berhubungan dengan adanya gangguan air pada saat pelaksanaan pekerjaan konstruksi.

Jembatan adalah suatu bangunan pelengkap jalan dengan konstruksi terdiri dari pondasi, bangunan bawah dan bangunan atas jembatan, yang menghubungkan dua  ujung  jalan  yang  terputus  akibat  bentuk  rintangan   melalui  konstruksi bangunan atas.

Jembatan  adalah  jenis  bangunan  yang  apabila  akan  dilakukan  perubahan konstruksi tidak dapat dimodifikasi secara mudah, biaya yang diperlukan relatif mahal dan pasti berpengaruh pada kelancaran lalu lintas pada saat pelaksanaan pekerjaan. Jembatan dibangun dengan umur rencana 100 tahun untuk jembatan besar, minimum jembatan dapat digunakan 50 tahun. Ini berarti, disamping kekuatan dan kemampuan untuk melayani beban lalu lintas, perlu diperhatikan juga bagaimana pemeliharaan jembatan yang baik harus dilakukan.

Karena   perkembangan   lalu-lintas   yang   ada   relatip   besar,   jembatan   yang dibangun,  biasanya  dalam  beberapa  tahun  tidak  mampu  lagi  menampung volume lalu lintas, sehingga biasanya perlu diadakan pelebaran. Untuk memudahkan  pelebaran perlu disiapkan disain dari seluruh jembatan sehingga dimungkinkan  dilakukan  pelebaran  dikemudian  hari, sehingga pelebaran  dapat dilaksanakan dengan biaya yang murah dan konstruksi menjadi mudah.

Pada saat pelaksanaan  konstruksi jembatan harus dilakukan pengawasan  dan pengujian yang tepat untuk memastikan bahwa seluruh pekerjaan dapat diselesaikan, sesuai dengan tahapan pekerjaan yang benar dan memenuhi persyaratan teknis yang berlaku, sehingga dicapai pelaksanaan yang efektif dan efisien, biaya dan mutu serta waktu yang telah ditentukan.

Tenaga ahli pelaksana jembatan harus menguasai tahapan konstruksi tersebut, sehingga dapat dikontrol setiap langkah dalam konstruksi dan dipastikan bahwa tidak  terjadi  kesalahan,  berdasarkan  pengalaman  berikut  diberikan  bagan  alir (flow chart) pelaksanaan konstruksi jembatan seperti disajikan pada gambar dibawah ini.

Bagan Alir Pelaksanaan Konstruksi Jembatan

August 30, 2017

Tips Agar Menang Tender


Menang Tender merupakan harapan dan impian terbesar bagi semua kontraktor, kenapa tidak?. Dengan menang tender dapat menjalankan roda perusahaan kita, keuntungan yang kita dapat dapat digunakan menggaji karyawan, investasi alat, investasi quari serta dapat digunakan untuk keperluan lainnya.


Sebelum kita mengikuti tender/lelang suatu proyek, khusunya proyek pemerintah banyak hal yang harus anda lakukan, agar biaya yang di keluarkan untuk membuat penawaran tersebut tidak sia-sia atau rugi. Tentu dalam mengikuti tender/lelang tidak dapat di pastikan siapa atau perusahaan apa yang pasti menjadi pemenang, sebab banyak faktor yang mempengaruhi kemenangan dalam mengajukan penawaran tersebut.

Ok, berikut Tips Agar kita dapat memenangi tender.suatu proyek :

Dokumen Administrasi
  1. Sebelum melakukan penawaran, silakan mendownload terlebih dahulu dokumen pelelangan di situs LPSE, masuk ke akun perusahaan, pilih paket dan download.
  2. Setelah melakukan proses download dokumen penawaran, silakan dipelajari schedule/jadwal proses pelelangan, berapa lama waktu yang diberikan sampai waktu terakhir upload dokumen penawarannya,dll.
  3. Selanjutnya setelah melihat jadwal pelelangan, anda lanjutkan unuk membuka dokumen lelangnya dan pelajari Lembar Data Pelelangan (LDP) dan Lembar Data Kualifikasi (LDK).
  4. Pertimbangkan kemampuan Dasar perusahaan anda, apakah perusahaan anda memiliki KD (kemampuan dasar) yang cukup untuk mengikuti lelang tersebut?. Rumusnya adalah nilai pengalaman tertinggi dikalikan 3, dan apakah subbidangnya sesuai dengan persyaratan  lelang? silakan teliti dengan seksama. Kita harus mampu memenuhi keinginan Panitia Lelang.
  5. Lihat Daftar kebutuhan personil yang diperlukan dalam dokumen lelang serta persyaratannya, bandingkan dengan personil yang perusahaan anda miliki. Jika personil tidak lengkap, atau persyaratan lainya tidak lengkapnya semisal (KTP, SKA, Ijasah, NPWP, Refrensi Pengalaman, dll tidak anda miliki, sebaiknya anda mundur dari proses pelalangan tersebut. Sebab jika persyaratan yang ada dalam dokumen lelang tersebut tidak dapat anda penuhi niscaya penawaran anda pasti digugurkan. Dan jika lengkap silakan lanjutkan dengan langkah berikutnya.
  6. Lihatlah Daftar Kebutuhan Alat dan persyaratan lainya di dalam dokumen lelang, bandingkan dengan aset atau alat yang perusahaan anda miliki. Jika peralatan tidak lengkap, atau banyak tidak lengkapnya, silakan minta dukungan dengan perusahaan lain, jika tidak sanggup memenuhi peralatan sesuai dokumen lelang, sekali lagi silakan mundur dari proses pelalangan tersebut, sebab jika anda memaksakan ikut, penawaran anda sudah pasti akan digugurkan. (peralatan biasanya harus dibuktikan dengan kwitansi, stnk, invoice, surat perjanjian sewa, surat jual beli, dan lain-lain). Jika lengkap silakan lanjutkan dengan langkah selanjutnya.
  7. Jika poin 1-6 dapat anda penuhi, silakan anda melanjutkan untuk membuat administrasi Penawaran. 
  8. Sambil membuat administrasi penawaran, alangkah baiknya jika anda melakukan survey lapangan, tujuan dari survey lapangan adalah mengumpulkan data sebanyak-banyaknya, mulai dari informasi harga upah, harga material, akses ke lokasi pekerjaan, lokasi base camp, serta masalah sosial dilokasi proyek tersebut. 
  9. Dengan data tersebut anda dapat membuat rencana anggaran pembiayaan pelaksanaan pekerjaan yang lebih detail dan rinci. Setelah selesai membuat Rencana Anggaran Pembiayaan (RAP) coba bandingkan dengan pagu dana proyek yang akan kita ikuti jika ada selisih antara pagu dana dengan rencana anggaran pembiayaan yang telah dibuat oleh tim teknis tersebut silakan anda untuk melanjutkan pembuatan Jaminan Penawaran dan dukungan Bank, dari sini dapat kita ambil kesimpulan bahwa proyek tersebut layak untuk kita ikuti dan kita menangkan. 
  10. Untuk pembuatan surat keterangan dukungan bank, pihak bank biasanya meminta biaya 3 % dari x (10 % dari pagu dana). sekarang banyak Unit Layanan Pengadaan meminta bahwa jaminan penawaran harus benar-benar jaminan penawaran, bukan hanya sekedar administratif. sedangkan keterangan dukungan bank sama yang dengan jaminan penawaran, yaitu memiliki surat keterangan dukungan keuangan dari bank pemerintah/swasta untuk mengikuti pengadaan pelelangan tersebut sebesar paling kurang 10% (sepuluh perseratus) dari nilai Paket (HPS), akan dilakukan konfirmasi Faktual secara resmi terhadap Dukungan Bank tersebut kepada Bank penerbit, sehingga tidak hanya sebagai kelengkapan surat penawaran/memenuhi persyaratan Administrasi Pelelangan belaka akan tetapi merupakan Dukungan Keuangan Riil dari Bank tanpa syarat-syarat (hasil konfirmasi Faktual Dapat Menggugurkan Penawaran, jika hanya sebagai kelengkapan Administrasi saja atau bersyarat. 

Dokumen Teknis dan Harga
  1. Pedoman untuk melakukan penawaran harga adalah Rencana anggaran pembiayaan (RAP) yang telah kita buat berdasarkan survey lapangan. Dari data inilah kita dapat menentukan nilai tawar kita, berapa persen (%) dari Pagu Dana yang harus kita turunkan. saran saya adalah tawarlah pekerjaan tersebut serendah-rendahnya (mengacu kepada RAP yang telah kita buat). Sebab dengan menawar serendah-rendahnya peluang kita menjadi peringkat satu (1) khusus penawaran harga menjadi lebih besar, tinggal penawaran administrasi dan teknis.
  2. Buatlah secara teliti surat penawaran harga, analisa harga satuan, rencana anggaran biaya, daftar harga bahan dan upah (ingat jangan sekali-kali menurunkan harga upah, sebab jika upah yang anda tawarkan dibawah UMR, penawaran anda pasti akan digugurkan). 
  3. Buatlah Schedule (jadwal dan waktu pelaksanaan) dengan hati-hati dan teliti jangan sampai schedule yang kita buat waktunya melebihi waktu yang ditetapkan dalam dokumen lelang. misal waktu penyelesaian pekerjaan dalam dokumen lelang tersebut 180 hari kalender, sedangkan anda membuat schedule rencana penyelesaian pekerjaan tersebut 185 hari, tentu anda pasti akan digugurkan.
  4. Buatlah Metode Pelaksanaan, metode pelaksanaan yang menggambarkan pekerjaan yang akan dilaksanakan, buatlah metode tersebut sedetail mungkin (ingat metode pelaksanaan tidak sama denga speksifikasi) metode pelaksnaan harus lebih rinci lagi dari speksifikasi.
  5. Setelah selesai penawaran anda silakan anda print dan priksa lagi lebih seksama, agar tidak ada kesalahan-kesalahan sekecil apapun. Sebab sekecil apapun kesalahan yang telah kita buat akan menjadi celah panitia/pokja untuk menggurkan penawaran kita.
  6. Jika sudah tidak ditemukan lagi kesalahan selanjutnya silakan upload dokumen penawaran anda. (saran saya upload penawaran satu hari sebelum batas akhir upload dokumen penawaran, sebab jika anda upload mendekati batas akhir sering terjadi kegagalan upload)
  7. Jika setelah diumumkan penawaran harga anda peringkat satu (1) dan anda merasa tidak ada yang salah dalam dokumen penawaran anda, berarti andalah pemenang tender tersebut, tetapi jika penawaran anda digugurkan, sebaiknya anda langsung daftarkan kasus anda ke pengadilan terdekat, sebab sanggah hanya membuang waktu dan energi.

Tips Upload Penawaran

  1. Gabung semua folder penawaran yang akan di‐upload ke dalam satu folder tersendiri agar tidak ada file yang tertinggal;
  2. Pastikan  folder  penawaran  yang  akan  dikirim  dalam  kondisi  baik,  misalnya  tidak mengandung virus, dokumen dapat dibuka dan terbaca dengan baik;
  3. Pastikan file penawaran diberi nama dengan baik, misalnya Surat_Penawaran_Harga.pdf;
  4. Gunakan tipe data yang paling sesuai dengan informasi yang diungkapkan, misal untuk hitungan memakai excell;
  5. Jika tipe data Anda berupa gambar, Anda dapat memperkecil ukuran file gambar tersebut dengan bantuan aplikasi lain;
  6. Gunakan   Apendo   Penyedia   TERBARU   yang   dapat   di‐download   dari   portal   LPSE ;
  7. Jika   kesulitan   untuk   men‐download   Apendo   Penyedia,   dapat   membuka   petunjuk penggunaan dengan cara klik F1 pada keyboard atau bertanya ke helpdesk LPSE 

Tips menggunakan aplikasi enskripsi APendo

  1. Gabung semua folder penawaran yang akan di‐upload ke dalam satu folder tersendiri agar tidak ada file yang tertinggal;
  2. Pastikan  folder  penawaran  yang  akan  dikirim  dalam  kondisi  baik,  misalnya  tidak mengandung virus, dokumen dapat dibuka dan terbaca dengan baik;
  3. Pastikan file penawaran diberi nama dengan baik, misalnya Surat_Penawaran_Harga.pdf;
  4. Gunakan tipe data yang paling sesuai dengan informasi yang diungkapkan, misal untuk hitungan memakai excell;
  5. Jika tipe data Anda berupa gambar, Anda dapat memperkecil ukuran file gambar tersebut dengan bantuan aplikasi lain;
  6. Gunakan   Apendo   Penyedia   terbaru   yang   dapat   di‐download   dari   portal   LPSE 
  7. Jika   kesulitan   untuk   men‐download   Apendo   Penyedia,   dapat   membuka   petunjuk penggunaan dengan cara klik F1 pada keyboard atau bertanya ke helpdesk LPSE 
  8. Apendo merupakan aplikasi yang terpisah dari portal LPSE;
  9. Apendo memiliki fungsi enskripsi, yaitu bentuk pengamanan terhadap dokumen penawaran dengan cara merubah (encoding) data tersebut menjadi bentuk lain sehingga orang yang tidak berhak tidak dapat mengetahui maupun mengubah isinya;
  10. Apendo mengenkripsi folder;
  11. Ukuran maksimal hasil enkripsi yang dapat diupload adalah 500 Mb;
  12. Apendo   mampu   melakukan   kompresi   data,   sehingga   Anda   tidak perlu   lagi mengkompres file penawaran dengan aplikasi lain seperti WinZip/WinRAR;
  13. Ketika melakukan proses enkripsi dan upload, pastikan file penawaran diambil dari harddisk (internal maupun eksternal) dan BUKAN dari media lain seperti flashdisk;
  14. Melakukan proses enkripsi dan upload file penawaran langsung dari flashdisk dapat memperpendek usia flashdisk, memeprlambat proses enkripsi dan upload, serta mengakibatkan file penawaran Anda rusak;
  15. Ketika  melakukan  proses  enkripsi,  pastikan  identitas  digital  dan  kunci  publik dokumen tidak tertukar;
  16. Pengiriman  file  penawaran  menjelang  akhir  tahap  pemasukan  dokumen  penawaran dapat mengakibatkan gagal upload;
  17. Upload  ulang  file  penawaran  menyebabkan  file  yang  telah  di‐upload  sebelumnya terhapus secara otomatis;
  18. Jika ingin melakukan revisi dokumen penawaran, Anda dapat mengirim file penawaran yang telah direvisi dengan kembali kelangkah nomor 1;

Sekian Tips menang lelang saya tulis, tahap-tahapn ini wajib kita ikuti agar anda dapat menang setiap mengikuti tender dan biaya yang telah anda keluarkan tidak sia-sia, contoh ketika anda terlebih dahulu membuat jaminan penawaran dan dukungan bank, padahal, personil atau alat tidak lengkap, tentu sangat disayangkan biaya yang yang telah anda keluarkan untuk membuat jaminan penawaran dan dukungan bank tersebut.


Jadwal Mobilisasi Peralatan dan Personil kontraktor jalan dan jembatan


Kontraktor wajib mengetahui jadwal mobilisasi peralatan dan personil sesuai dengan speksifikasi teknis bna marga tahun 2010 revisi 3 ini.

Mobilisasi peralatan konstruksi jalan dan jembatan


Mobilisasi   peralatan   adalah   merupakan   bagian   dari   keseluruhan   program mobilisasi pekerjaan  yang  harus  dilaksanakan  kontraktor,  mengingat  hal-hal seperti disebutkan dalam spesifikasi sebagai berikut:

  • dalam   waktu   7   hari   setelah   penandatangan   kontrak,   kontraktor   harus melaksanakan Rapat Pra Pelaksanaan (Pre Construction Meeting) yang dihadiri pemilik, Direksi Pekerjaan, Wakil Direksi Pekerjaan  (bila ada) dan kontraktor untuk  membahas semua  hal  baik  yang teknis  maupun  yang  non  teknis termasuk program/jadual mobilisasi peralatan;
  • dalam  waktu  15     hari  setelah  Rapat  Pra  Pelaksanaan,  kontraktor  harus menyerahkan Program   Mobilisasi   Peralatan,   berupa   jadwal   pengiriman peralatan   yang   menunjukkan lokasi   asal   dari   semua   peralatan   yang tercantum   dalam   Daftar   Peralatan   yang   diusulkan   dalam   penawaran, bersama dengan usulan cara pengangkutan dan jadwal kedatangan peralatan di lapangan; termasuk daftar detail yang menunjukkan struktur jembatan yang memerlukan  perkuatan  agar aman dilewati alat-alat berat, usulan metodologi pelaksanaan  dan jadwal  tanggal  mulai  dan tanggal  selesai  untuk  perkuatan setiap struktur jembatan.

Periode mobilisasi peralatan konstruksi jalan dan jembatan

Periode mobilisasi peralatan dibatasi sesuai ketentuan spesifikasi harus diselesaikan  dalam jangka waktu 60 hari terhitung tanggal mulai kerja, kecuali penyediaan fasilitas dan pelayanan pengendalian mutu (peralatan laboratorium) harus diselesaikan dalam waktu 45 hari. Berkaitan dengan peralatan yang belum digunakan, kontraktor dapat mengajukan jadwal mobilisasi susulan kepada PPK, agar jadwal mobilisasi peralatan dapat dipertimbangkan sesuai dengan jadwal pelaksanaan item pekerjaan yang bersangkutan misal, jadwal pengaspalan dilaksanakan bulan 4, berarti alat paping setnya kita datangkan sebelum jadwal pengaspalan tersebut.

Penting, Setiap kontraktor melakukan kegiatan mobilisasi wajib dilapirkan berita acara mobilisasi sesuai item-item yang dimobilisasi baik peralatan maupun personil.

August 29, 2017

Syarat Material Konstruksi Jalan Dan Jembatan


Syarat material yang akan digunakan pada konstruksi jalan dan jembatan wajib dipenuhi agar tercapainya mutu pekerjaan yang diharapakan

Pengujian  material yang akan digunakan pada konstruksi jalan dan jembatan

Sebelum  mengadakan  pemesanan  atau membuka  daerah sumber bahan untuk setiap jenis bahan, kontraktor harus menyerahkan  contoh bahan kepada Direksi Pekerjaan, bersama dengan detail lokasi sumber bahan untuk mendapatkan persetujuan.

Kontraktor  harus  melakukan  semua  pengaturan  untuk  memilih  lokasi,  memilih bahan, dan mengolah bahan harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan semua informasi yang berhubungan dengan lokasi sumber bahan paling sedikit 30 hari sebelum pekerjaan peng-olahan bahan dimulai, untuk mendapatkan persetujuan.

Bilamana bahan aspal, semen, baja dan bahan-bahan fabrikasi lainnya akan digunakan, maka sertifikat pabrik (mill certificate)  bahan tersebut harus diserah-kan kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan awal. Direksi Pekerjaan akan memberikan persetujuan tertulis kepada kontraktor untuk melakukan pemesanan  bahan.  Selanjutnya  bahan  yang  sudah  sampai  di lapangan  masih harus diuji ulang.

Prosedur pengadaan bahan konstruksi jalan dan jembatan

  1. sumber bahan, Lokasi  sumber  bahan  yang  mungkin  dapat  dipergunakan  dan  pernah diidentifikasikan   serta   diberikan   persetujuan   oleh   direksi   pekerjaan   hanya merupakan bahan  informasi  bagi  kontraktor.  Kontraktor  tetap  harus bertanggungjawab untuk mengidentifikasi dan memeriksa ulang apakah bahan tersebut cocok untuk dipergunakan dalam pelaksanaan pekerjaan. 
  2. variasi mutu bahan, Kontraktor harus menentukan sendiri jumlah serta jenis peralatan dan pekerja yang dibutuhkan  untuk  menghasilkan  bahan  yang  memenuhi  spesifikasi. Kontraktor harus menyadari bahwa contoh-contoh bahan tersebut tidak mungkin dapat menentukan  batas-batas  mutu  bahan  dengan  tepat  pada  seluruh  deposit,  dan variasi   mutu bahan   harus   dipandang   sebagai   hal   yang   biasa   dan   sudah diperkirakan. Direksi Pekerjaan dapat memerintahkan kontraktor untuk melakukan pengadaan  bahan  dari  setiap tempat  pada  suatu  deposit  dan  dapat  menolak tempat-tempat tertentu pada suatu deposit yang tidak dapat diterima.
  3. persetujuan, - pemesanan bahan tidak boleh dilakukan sebelum mendapat persetujuan tertulis dari Direksi  Pekerjaan  sesuai  dengan  maksud  penggunaannya.  Bahan  tidak boleh dipergunakan  untuk    maksud  lain  selain  dari  peruntukan  yang  telah disetujui; jika mutu bahan yang dikirim ke lapangan  tidak sesuai dengan mutu bahan yang sebelumnya telah diperiksa dan diuji, maka bahan tersebut harus ditolak, dan harus disingkirkan  dari lapangan dalam  waktu  48 jam, kecuali  terdapat persetujuan lain dari Direksi Pekerjaan.

Penyimpanan material konstruksi jalan dan jembatan

a)  umum
Bahan harus disimpan sedemikian rupa sehingga mutunya terjamin dan terpelihara serta siap dipergunakan untuk pekerjaan. Bahan yang disimpan harus ditempatkan sedemikian  rupa sehingga selalu  siap  pakai,  dan mudah  diperiksa  oleh Direksi Pekerjaan. Tanah dan bangunan (property) orang lain tidak boleh dipakai tanpa ijin tertulis dari pemilik atau penyewanya.

b)  tempat penyimpanan di lapangan
Tempat penyimpanan di lapangan harus bebas dari tanaman dan sampah, bebas dari genangan air dan permukaannya  harus lebih tinggi dari sekitarnya. Bahan yang langsung ditempatkan diatas tanah tidak boleh digunakan untuk pekerjaan, kecuali  jika permukaan  tanah  tersebut  telah  disiapkan  sebelumnya  dan diberi lapis permukaan yang terbuat dari pasir atau kerikil setebal 10 cm.

c)  penumpukan bahan  (stockpiles)
  • bahan harus disimpan sedemikian hingga dapat mencegah terjadinya segregasi dan menjamin gradasi yang sebagaimana mestinya, serta tidak terdapat kadar air  yang berlebihan. Tinggi maksimum dari penumpukan bahan harus dibatasi sampai maksimum 5 meter. 
  • penumpukan berbagai jenis agregat yang akan dipergunakan untuk campuran aspal, burtu atau burda, penetrasi macadam atau beton harus dilakukan secara terpisah menurut masing-masing ukuran nominal agregat. Dinding pemisah dari papan dapat digunakan untuk harus mencegah tercampurnya agregat-agregat tersebut.
  • tumpukan agregat untuk untuk lapis pondasi atas dan bawah harus dilindungi dari   hujan   untuk   mencegah   terjadinya   kejenuhan   agregat   yang   akan mengurangi mutu bahan yang dihampar atau paling tidak mempengaruhi penghamparan bahan.



August 27, 2017

Definisi, Pemahaman Siklus Manajemen Proyek


Definisi manajemen proyek/konstruksi

Manajemen  konstruksi  adalah  sistem  dimana  setiap  detail  pekerjaan  dapat dianalisa  dan  direncanakan  sebelum  memulai  pelaksanaan  konstruksi. Kebutuhan sumber daya atau faktor-faktor produksi pada saat pelaksanaan konstruksi, urutan pelaksanaan, serta metode/teknologi yang diperlukan dan lain- lain dapat ditentukan pada tahap perencanaan kerja oleh pelaksana/pemborong/kontraktor,  untuk mendapatkan hasil yang optimal seperti penanaman  modal  yang  minimum  dan memperoleh  keuntungan  yang maksimum,   dengan   tetap   memenuhi   syarat-syarat   teknis   dan  administrasi proyek, tanpa mengurangi mutu konstruksi jalan dan jembatan tersebut.

Untuk  mencapai  tujuan  proyek  maka  pada  saat pelaksanaan  konstruksi  perlu dilakukan  pengawasan  yang  baik,  sehingga  proyek  dapat  diselesaikan  pada batas waktu yang ditetapkan dan memenuhi mutu yang disyaratkan.
Dapat disimpulkan definisi managemen konstruksi sebagai berikut:

Manajemen konstruksi adalah merupakan pengelolaan perencanaan (rencana kerja), pelaksanaan, pengendalian dan koordinasi suatu proyek dari awal pelaksanaan  pekerjaan  sampai  selesainya  proyek  secara  efektif  dan  efisien, untuk menjamin bahwa proyek dilaksanakan tepat waktu, tepat biaya, dan tepat mutu (Ervianto,2003).
Pemahaman manajemen proyek/konstruksi

Pada  hakekatnya  manajemen  konstruksi  ada 2 (dua) pemahaman  yang pada pelaksanaannya menjadi satu kesatuan dalam mencapai tujuan proyek yaitu:
  • Teknologi  Konstruksi  (Construction  Technology):  mempelajari  metode  atau teknik tahapan melaksanakan  pekerjaan dalam mewujudkan  bangunan fisik disuatu lokasi proyek, sesuai dengan kaidah teknis/spesifikasi teknik yang disyaratkan
  • Manajemen   Konstruksi   (Construction   Management)   adalah   bagaimana sumber  daya  (manusia,  material,  peralatan,  keuangan,  metode/teknologi) yang terlibat dalam pekerjaan dapat dikelola secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan proyek, sesuai dengan ketentuan/hukum yang berhubungan dengan konstruksi

Manajemen  konstruksi  telah  diakui  sebagai  suatu  cabang  manajemen  yang khusus, yang dikembangkan  dengan tujuan untuk dapat melakukan  koordinasi dan pengendalian atas beberapa kegiatan pelaksanaan proyek yang sifatnya kompleks.
 
Dengan demikian, teknik/manajemen yang dapat mengakomodasi kebutuhan sumber daya konstruksi selalu dilakukan peninjauan dan penyesuaian terus menerus, setiap saat dalam menyelesaikan pelaksanaan pekerjaan yang sedang berjalan.

Siklus manajemen proyek/konstruksi

Pada suatu penyelenggaraan  proyek, untuk mencapai tujuan proyek dilakukan pendekatan yang disebut manajemen proyek, yaitu penentuan cakupan dan tahapan-tahapan kegiatan proyek serta peranan/tugas penyelenggara proyek menyangkut hak dan kewajiban antara pengguna jasa dan penyedia jasa.

Penerima hak kontrak jasa pelaksanaan konstruksi sebagai penyedia jasa akan melakukan  koordinasi  menyiapkan  kebutuhan  sumber daya konstruksi  meliputi keuangan/dana, manusia/tenaga kerja/ahli, material, peralatan dan menyusun metoda kerja.

Umumnya  pimpinan  pelaksana  yang  ditugaskan  dilapangan  telah berpengalaman  melaksanakan  pekerjaan  konstruksi,  tetapi tidak berarti bahwa sudah menguasai manajemen proyek secara menyeluruh dan mendetail, menganalisa  secara teliti setiap kegiatan dan kesulitan pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan.

Adapun   hubungan   antara   masing-masing    kegiatan   dan   fungsi       dapat digambarkan  merupakan  suatu  hubungan  siklus  manajemen  proyek  sebagai berikut:


 Keterangan gambar:

P  =  planning; perencanaan/rencana kerja
O  =  organizing; organisasi kerja
A  =  actuating; pelaksanaan pekerjaan
C  =  controlling; kontrol/pengendalian kerja

Manajemen proyek dimulai dari kegiatan-kegiatan sebagai berikut:
a)  perencanaan/rencana  kerja (planning)   yaitu kegiatan  menyiapkan  rencana kerja sesuai dengan metode konstruksi terhadap semua urutan kegiatan yang akan dilakukan dan waktu yang diperlukan pada setiap kegiatan pelaksanaan proyek. Adapun hal-hal yang menyangkut kegiatan rencana kerja dapat dijelaskan sebagai berikut:
-    rencana kerja yang disusun meliputi:
1)  penentuan urutan/tahapan kegiatan pekerjaan;
2)  prosedur pengawasan pekerjaan;
3)  prosedur  persetujuan   gambar,  baik  gambar  kerja  (shop  drawing)maupun gambar terbangun (as built drawing);
4)  prosedur pengujian bahan dan hasil pekerjaan;
5)  penentuan standar rujukan dan standar operasi pelaksanaan;
6)  prosedur perubahan pekerjaan;
7)  prosedur pengadaan barang;
8)  prosedur pengamanan proyek;
9)  prosedur keuangan;
10)prosedur lainnya disesuaikan situasi dan kondisi proyek.

-    Manfaat dan kegunaan rencana kerja adalah :
  1. alat   koordinasi    bagi   pimpinan,   pimpinan   pelaksana    dapat memanfaatkan rencana kerja untuk melakukan koordinasi terhadap semua kegiatan pelaksanaan konstruksi di lapangan;
  2. pedoman   kerja   para   pelaksana,   rencana   kerja   dapat   dijadikan pedoman bagi para pelaksana konstruksi di lapangan terhadap urutan kegiatan  dan batas waktu penyelesaian  pekerjaan  untuk setiap item pekerjaan;
  3. alat untuk menilai kemajuan pekerjaan, kemajuan pekerjaan dapat dipantau  dari  realisasi  yang  dicapai  dibandingan  rencana  terhadap waktu kegiatan dari setiap item pekerjaan;
  4. alat  untuk  evaluasi  pekerjaan,  evaluasi  pekerjaan  terhadap  prestasi yang dicapai yaitu selisih rencana dan realisasi yang akan dipakai sebagai bahan evaluasi untuk menetapkan rencana selanjutnya.
-    Data-data untuk rencana kerja
 
Adapun data-data yang perlu dikumpulkan  sebagai bahan pertimbangan untuk menyusun rencana kerja pelaksanaan konstruksi, antara lain:
  1. lokasi quarry, termasuk  persiapan  yang diperlukan,  jalan masuk dan jembatan-jembatan, harga dan jumlah/jenis material yang akan digunakan;
  2. rencana  lokasi base camp,  dipilih lokasi yang mempunyai  pengaruh pengangkutan yang terkecil ke lokasi pelaksanaan proyek. Jika dimungkinkan lokasi base camp dan quarry dapat diletakkan pada satu lokasi sehingga angkutan material lebih efisien;
  3. keadaan topografi lokasi proyek, hal ini akan menentukan metode pelaksanaan   yang   berbeda-beda   untuk   daerah   datar,   bukit   dan gunung;
  4. data curah hujan di lokasi proyek, untuk memperhitungkan waktu kerja masing-masing item kegiatan terhadap pengaruh musim hujan;
  5. kemungkinan   kesulitan-kesulitan   yang  akan  dijumpai   di  jalur pengangkutan   material,   jalan  rusak/sempit,   daerah  padat penduduk/lalu lintas, kondisi jembatan, sarana utilitas kemungkinan terganggu (telepon, PLN, PAM, Gas, irigasi, dll), adat penduduk dan sumbangan proyek untuk penduduk, dan gangguan terhadap fasilitas umum lainnya;
  6. pengadaan  peralatan  konstruksi  jalan  dan jembatan,  jalur mobilisasi dan agen/suplier  alat-alat/  suku cadang  konstruksi  yang mendukung kelancaran pelaksanaan proyek;
  7. sumber daya manusia,  kemampuan  tenaga kerja yang ada disekitar proyek, kemungkinan dapat bekerja diproyek berdasarkan kriteria keahliannya;
  8. fasilitas komunikasi dan akomodasi;
  9. fasilitas keselamatan  dan kesehatan  (K 3) , puskesmas/rumah  sakit, dokter, apotik/toko obat, dll;
  10. fasilitas jaringan listrik dan air, PLN dan PAM;
  11. fasilitas stasiun bahan bakar minyak (BBM), aspal, dll;
  12. fasilitas perbankan disekitar proyek;
  13. fasilitas stasiun pemadam kebakaran, peralatan pemadam, dll;
  14. fasilitas bantuan dari instansi-instansi pemerintah pada proyek;
  15. pekerjaan   pemeliharaan   rutin   pada   jalan   masuk   dan   jembatan- jembatan;
  16. kemungkinan adanya revisi desain dan konstruksi;
  17. kemungkinan adanya pekerjaan tambahan dan item pekerjaan baru;
  18. kemungkinan adanya peristiwa kompensasi yang dapat mempengaruhi rencana kerja;
  19. kemungkinan  adanya  peraturan/kebijaksanaan  pemerintah  mengenai moneter, keadaan darurat militer/sipil;
  20. lingkungan  hidup yang tidak boleh terganggu, cagar alam, bangunan bersejarah atau makam pahlawan, dll;
  21. data-data lain yang berguna.

b)  organisasi  kerja  (organizing)  yaitu  kegiatan  pembentukan  organisasi  kerja yang   akan   ditugasi   melakukan   kegiatan   pelaksanaan   konstruksi   yang dipimpin oleh seorang ahli pelaksana jalan dan jembatan yaitu Pimpinan Pelaksana (General Superintendent/ GS). Dalam organisasi ini, disamping General Superintendent/ GS ditentukan jabatan-jabatan lainnya seperti pimpinan-pimpinan divisi proyek (peralatan, laboratorium, jalan, jembatan, pengukuran, logistik, umum, base camp) bendahara proyek, pengawas pelaksanaan   proyek,   dan   sebagainya.   Setiap   jabatan   diuraikan   tugas, wewenang dan tanggungjawabnya dalam melaksanakan pengendalian pelaksanaan konstruksi.

c)  pelaksanaan pekerjaan (actuating) yaitu merupakan aktualisasi pelaksanaan dari perencanaan  dan pengorganisasian  yang telah diuraikan  diatas dalam pelaksanaan konstruksi.

d)  kontrol/pengendalian  kerja (controlling) yaitu kegiatan pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan meliputi kegiatan: pemeriksaan, pengujian apakah pelaksanaan konstruksi sesuai dengan prosedur dan rujukan yang telah ditetapkan dalam pelaksanaan.

August 26, 2017

Definisi, Ciri dan Jenis Proyek Kontruksi


Definisi proyek
Proyek adalah suatu kegiatan investasi yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang diharapkan dapat memperoleh keuntungan dalam suatu periode tertentu (Bappenas TA-SRRP, 2003).

Sedangkan  arti kata manjemen yaitu pengelolaan,  hal ini menunjukkan  bahwa manajemen  proyek  adalah  merupakan  tata cara/dan  atau pengelolaan  proyek yang terdiri dari kegiatan investasi yang menggunakan faktor-faktor produksi atau sumber daya (manusia, material, peralatan, keuangan, metode/teknologi)  untuk menghasilkan barang/jasa yaitu berupa konstruksi jalan dan jembatan, yang diharapkan ada keuntungan yang didapat dari pemanfaataan jalan dan jembatan 

sebagai  sarana  perhubungan  darat  atau  transportasi  yang  mempunyai  nilai ekonomi yang sangat tinggi dalam periode tertentu yaitu selama umur rencana / efektif konstruksi jalan dan jembatan.
Maka dalam pelaksanaan proyek, bagi para penyelenggara proyek terutama pelaksana/pemborong hendaknya dapat melaksanakan tugas secara profesional dalam menyediakan seluruh faktor-faktor produksi atau sumber daya yang diperlukan oleh suatu proyek, untuk memenuhi maksud dan tujuan proyek secara sukses yaitu dicapainya standar mutu yang disyaratkan, biaya dan waktu yang telah ditetapkan.

Proyek dalam pelaksanaannya sering terjadi masalah baik teknis maupun administrasi yang pada akhirnya proyek tidak dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak. Salah satu penyebab umum dari kesulitan dalam  melaksanakan  proyek  adalah  kurang  dipahaminya  proyek  itu  sendiri secara  benar  sehingga  tidak  dapat  memperhitungkan  secara  teliti  dan  tepat semua faktor-faktor produksi/sumber daya proyek yang diperlukan untuk menentukan  secara pasti waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan  proyek, dalam hal ini proyek adalah pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan.

Di Indonesia yang mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan  akan  sangat  mempengaruhi  waktu  pelaksanaan  konstruksi  yang harus diperhitungkan, terutama pekerjaan jalan dan jembatan yang sangat rawan dilaksanakan pada musim hujan. Hal ini akan menuntun kearah situasi yang tidak menguntungkan  apabila  ternyata  musim  hujan  tidak  sesuai  yang  diperkirakan maka waktu penyelesaian proyek dapat terganggu. Apapun alasannya perpanjangan  waktu pelaksanaan  konstruksi  harus dihindarkan,  kecuali memenuhi   alasan   yang  dapat  diterima   sesuai   dengan   kontrak   (pekerjaan tambah, perubahan desain, keadaan diluar kehendak seperti bencana alam, dan sebagainya).

Keterbatasan waktu dalam kegiatan proyek pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan semata-mata mengingat:
  • biaya investasi proyek yang dikeluarkan agar cepat kembali;
  • batasan  waktu  berlakunya  anggaran  untuk  dana  APBN/APBD  dan  batas waktu  berakhirnya  masa  pelaksanaan  konstruksi  jalan  dan  jembatan  bagi dana pinjaman Bantuan Luar Negeri/BLN.

Proyek adalah suatu pekerjaan atau tugas bersama para penyelenggara proyek yang  dilaksanakan   oleh  penyedia   jasa  melalui   kontrak   Jasa  Pelaksanaan Konstruksi  (pemborongan),  yang telah ditetapkan  target mutu dan biaya serta tertentu  waktu  mulai  dan  selesainya.  Proyek  mempunyai  tujuan  atau  ruang lingkup  pekerjaan  yang  dilaksanakan  secara  jelas,  berdasarkan  persyaratan teknis  dan  administrasi  yang  sudah  disiapkan.  Biasanya  proyek  dilaksanakan oleh suatu organisasi penyelenggara proyek yang sifatnya sementara dan akan dibubarkan setelah proyek selesai. 

Sedangkan  suatu  kegiatan  yang dilakukan  berulang-ulang  atau kegiatan  yang merupakan  aktifitas  sehari-hari/rutin,  biasanya  bukan  merupakan  suatu  tugas atau kegiatan yang disebut proyek.

Ciri-ciri proyek
Secara umum ciri- ciri proyek dapat dikelompokan kedalam 4 (empat) kelompok:
  1. proyek mempunyai tujuan yaitu menghasilkan barang dan jasa;
  2. proyek memerlukan input berupa factor-faktor produksi atau sumber daya, seperti modal, tanah dan material, peralatan, tenaga pegawai dan kepemimpinan;
  3. proyek mempunyai titik awal dan titik akhir;
  4. dalam waktu tertentu setelah proyek selesai, mulai dapat menghasilkan.

Jenis proyek
Menurut kebutuhan investasi, proyek dibagi dalam 3 (tiga) jenis:
  1. proyek yang menggunakan faktor produksi untuk menghasilkan bangunan fisik yang memproduksi barang dan jasa. Contoh  : bendungan, jalan, kelistrikan/energi (PLTA,PLTD,PLTU), dan lain sebagainya.
  2. proyek yang dibangun dengan tujuan menghasilkan keluaran berupa faktor- faktor produksi non-fisik. Contoh  :  proyek pendidikan/pelatihan dan pembuatan buku-buku yang menghasilkan keterampilan dan ilmu pengetahuan
  3. proyek yang dibangun untuk menciptakan penemuan-penemuan baru.Contoh    :  proyek-proyek penelitian teknologi
Sedangkan tugas/pekerjaan yang bukan merupakan proyek adalah:
  1. proses tuntutan asuransi, pemesanan, atau pembayaran;
  2. proses produksi pabrik;
  3. memasak di restoran;
  4. mengendarai truck pengangkut kiriman dengan jalur tetap setiap hari;
  5. atau, semua hal yang merupakan pengulangan kegiatan.

August 10, 2017

Pre Construction Meeting Pekerjaan Jembatan (PCM Pekerjaan Jembatan)


Pre Construction Meeting atau biasa disingkat PCM dalam bahasa Indonesianya adalah Rapat persiapan pelaksanaan

Jembatan Rangka-kerkuse.id
Preconstruction Meeting adalah pertemuan antara pihak proyek/satuan kerja (direksi pekerjaan dan unsur perencanaan), direksi teknis dan kontraktor yang dilakukan selambat- lambatnya 7 hari setelah diterbitkannya SPMK (Surat Perintah Mulai Kerja) oleh Kasatker, guna membahas dan kemudian menyepakati bersama berbagai hal yang yang dapat menimbulkan masalah dalam pelaksanaan.

Materi yang perlu dibahas dan disepakati dalam rapat adalah:

  • Pasal-pasal penting dalam dokumen kontrak tentang :
  • Asuransi pekerjaan;
  • Pekerjaan tambah kurang;
  • Penyelesaian perselisihan;
  • Pemeliharaan pekerjaan;
  • Kompensasi;Denda;
  • Pemutusan kontrak;
  • Dan lain-lain yang dinilai perlu
Tata cara penyelenggaraan pekerjaan, perihal:
  • Organisasi kerja;
  • Tata cara pengaturan pekerjaan;
  • Jadual pelaksanaan pekerjaan;
  • Jadual pengadaan bahan, 
  • mobilisasi peralatan dan personil;
  • Penyusunan rencana pemeriksaan lapangan;
  • Sosialisasi kepada masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja;
  • Penyusunan program mutu.
  • Dan lain-lain yang dinggap perlu
Jadi  dengan  demikian  tujuan  penyelenggaraan  PCM  adalah  menyatukan  pengertian terhadap seluruh isi dokumen kontrak dan membuat kesepakatan-kesepakatan terhadap hal- hal penting yang belum terdapat di dalam dokumen kontrak serta membahas jalan keluar terhadap kendala-kendala yang mungkin terjadi selama pelaksanaan konstruksi.

Pembahasan prosedur administrasi penyelenggaraan  proyek  yang  harus  dibahas  dalam rapat pra pelaksanaan meliputi:

  • Request and approval dalam rangka examination of works
  • Extension time for completion of works
  • Gambar kerja dan kelengkapannya
  • Pengajuan MC (monthly certificate)
  • PHO dan FHO
  • Pembuatan amandemen kontrak
  • Jadwal pengadaan bahan, penggunaan peralatan dan personel
  • Review dan penyempurnaan terhadap jadual kerja yang harus sesuai dengan target volume, mutu dan waktu.
  • Menyusun rencana dan pelaksanaan pemeriksaan lapangan (mutual check) sehubungan dengan review design terhadap simplified design yang ada dalam dokumen kontrak
Tata cara dan prosedur teknis pelaksanaan pekerjaan yang perlu dibahas dalam rapat pra pelaksanaan antara lain :

  • Pelaksanaan konstruksi pondasi jembatan dan bangunan atasnya.
  • Pelaksanaan rigid pavement pada segmen jalan dengn LHR (lalulintas harian rata-rata)tinggi berikut rekayasa lalu lintasnya.
  • Pelaksanaan soil stabilization.
  • Pelaksanaan produksi agregat untuk pondasi jalan dan perkerasan aspalnya.
  • Menentukan lokasi sumber bahan material (quarry), estimate kuantitas bahan beserta rencana pemeriksaan mutu bahan yang akan digunakan.
  • Pendekatan terhadap masyarakat dan pemerintah daerah setempat mengenai rencana kerja yang ada kaitannya dengan musim tanam atau masalah jalan akses ke quarry / angkutan bahan. 
Agenda Rapat seperti tebel diabawah ini :

  




Kami melayani Jasa sewa Sertifikasi Keahlian (SKA) dan Sertifikat Keterampilan Kerja (SKTK) untuk mengikuti penawaran atau lelang, Kami juga melayani Jasa Pengangkutan untuk seluruh Kalimantan Barat. Serta Kami Menjual Aspal drum Murah, Untuk Harga Aspal Pertamina Rp. 1.375.000,-/Drum dan Aspal Iran 1.350.000,-/Drum, yang berminat silakan hubungi kami hP. 082299279279

Jual aspal Kalimantan Barat

Baca Juga artikel Berikut :