Semua Informasi tentang dunia Kontraktor, Teknologi dan Internet

November 13, 2017

Pengelolaan Keselamatan Kerja Proyek Konstruksi


Tata cara Pengelolaan Keselamatan kerja pada suatu peroyek konstruksi hendaknya mengacu kepada pengelolaan keselamatan dan kesehatan kerja yang telah diatur dalam undang-undang tentang Keselamatan kerja .

Tenaga kerja merupakan sumber daya yang sangat penting bagi terlaksananya pekerjaan konstruksi. Tenaga trampil dan tenaga kerja ahli sangat potensial dalam usaha pencapaian hasil pembangunan yang telah ditetapkan dan berkualitas. Manusia sebagai sumber daya yang mempunyai akal pikiran  dan daya cipta sudah sepatutnya mendapatkan penghargaan yang layak atas jasa tenaganya atau keahliannya sebagai tenaga kerja pembangunan. 

Dalam kaitannya dengan  hal tersebut di atas, maka perlu diperhatikan tentang keselamatan dan kesehatan kerja bagi pelaksana lapangan sebagai berikut : 
1. Pekerja

  • Setiap pekerja harus masuk atau keluar dari lokasi kerja melalui pintu masuk yang telah disediakan, serta memakai kartu identitas.
  • Setiap pekerja wajib menggunakan helmet, sepatu kerja dan pakaian yang layak untuk masuk ke dalam lokasi kerja.

2. Tata Cara Kerja

  • Sebelum bekerja seluruh pekerja dikumpulkan di seksinya masing-masing guna mendapatkan pengarahan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja sesuai dengan bidang pekerjaannya masing-masing.
  • Saat bekerja, setiap pekerja tidak diijinkan untuk meninggalkan lokasi pekerjaan atau memasuki area pekerjaan lain tanpa instruksi atau ijin dari mandor / pengawas.
  • Setelah selesai bekerja, pekerja wajib melaporkan hasil pekerjaannya kepada mandor / pengawas sebelum meninggalkan lokasi pekerjaan masing-masing.

3. Lokasi Kerja

  • Setiap mandor / pengawas diwajibkan untuk mengontrol area dimana para pekerjanya berada, perlu dipastikan area tersebut sudah aman sebelum pekerjaan dimulai.
  • Setiap pekerjaan galian atau tempat-tempat terbuka lainnya yang dapat mengakibatkan bahaya jatuh harus diberi pagar pengaman dan rambu-rambu peringatan.
  • Pekerja tidak diijinkan bekerja sama pada suatu tempat (bagi yang bekerja diatas dengan yang di bawah) tanpa adanya pengaman yang baik sesuai dengan program Keselamatan dan Kesehatan Kerja.
  • Lokasi pekerjaan harus selalu dalam keadaan bersih dari sampah dan sisa-sisa material yang tidak terpakai lagi.

4. Peralatan Keselamatan Kerja Lainnya
Peralatan keselamatan kerja memiliki berbagai macam jenis, sesuai dengan jenis pekerjaan yang dilakukan. Alat-alat yang tercantum di bawah harus selalu digunakan sesuai dengan kebutuhan, antara lain :

  • Alat pelindung diri peroranganSelain alat pelindung diri perorangan yang wajib digunakan oleh setiap karyawan/ pekerja, alat pelindung lainnya dibutuhkan sebagai pelengkap, sesuai dengan jenis pekerjaan, dimana alat ini juga harus digunakan oleh setiap pekerja sesuai dengan kebutuhannya.
  • Peralatan keselamatan untuk umum contoh :Sarana keselamatan untuk umum juga harus diperhatikan, contoh : Pemasangan rambu keselamatan / Papan Peringatan

5. Peralatan Kerja

  • Setiap pekerja harus menjaga alat-alat yang digunakan dalam bekerja dari kerusakan dan kehilangan, serta bertanggung jawab atas penggunaan alat-alat tersebut.
  • Menggunakan alat dalam suatu pekerjaan sesuai dengan kebutuhannya
  • Alat-alat yang sudah tidak digunakan lagi, segera dikembalikan pada tempat di mana alat tersebut dipinjam/ diambil.
  • Alat-alat yang rusak atau hilang dalam pekerjaan, menjadi tanggung jawab pekerja yang menggunakan alat-alat tersebut.

6. Alat Berat

  • Kecepatan maksimum di lokasi proyek adalah 15 km/jam.
  • Setiap alat berat yang akan dioperasikan harus diperiksa terlebih dahulu oleh operator. Pastikan alat tersebut dalam keadaan baik.
  • Alat berat yang beroperasi harus diawasi, guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
  • Tidak diperbolehkan memasuki area tempat alat-alat tersebut beroperasi kecuali petugas yang mengoperasikan alat-alat berat tersebut.

7. Mekanik
Mekanik harus segera memperbaiki alat-alat yang digunakan dalam bekerja apabila sudah dilaporkan kerusakannya.
8. Penanggulangan Api
Sekali api menyambar dapat menimbulkan bahaya yang dapat mengancam kehidupan manusia, serta menghanguskan semua peralatan dan material yang ada.
Sebagian besar api disebabkan oleh kecerobohan dan kelalaian manusia itu sendiri. Untuk menghindari api, perhatikan hal-hal berikut :

  • Jangan membawa api ke tempat di mana ada tanda “AWAS API”.
  • Bila bekerja menggunakan api, berhati-hatilah dalam penggunaannya.
  • Menjaga agar jangan terjadi tumpahan minyak di lokasi pekerjaan.
  • Menyediakan pemadam api di tempat-tempat yang diperlukan sesuai dengan jenis alat pemadam api yang dibutuhkan.
  • Jangan memindahkan alat pemadam api tanpa persetujuan resmi serta adakan pengecekan alat pemadam api setiap satu bulan sekali.

9. Kecelakaan Kerja

  • Bila terjadi suatu kecelakaan kerja, baik itu kecil maupun besar, segera laporkan pada mandor/ pelaksana, dan selanjutnya pada petugas keselamatan dan kesehatan kerja guna mendapatkan P3K.
  • Mandor/ pelaksana harus mengetahui serta melaporkan pada petugas keselamatan dan kesehatan kerja sebab-sebab terjadinya kecelakaan tersebut, serta waktu dan tempat kejadian, guna penanggulangan lebih lanjut sesuai prosedur penanganan kecelakaan di lokasi kerja.

10. Keamanan

  • Petugas keamanan wajib melaporkan kegiatan kerja setiap harinya ataupun hal-hal penting lainnya yang menjadi tanggung jawabnya kepada ketua regu jaga, kemudian ketua regu jaga melaporkan kepada petugas K-3.
  • Setiap karyawan wajib melaporkan pada pihak keamanan proyek bila terjadi kehilangan barang proyek, perkelahian, ataupun hal-hal lain yang berkaitan dengan terganggunya kondisi keamanan di lokasi proyek. Selanjutnya, petugas keamanan segera melaksanakan investigasi dan mengkoordinasikannya dengan petugas keselamatan dan kesehatan kerja, serta membuat laporan tertulis pada pimpinan proyek dan pimpinan perusahaan.

11. Sanksi-Sanksi
Bagi pekerja yang tidak mematuhi peraturan-peraturan di atas, pihak kontraktor akan memberikan surat peringatan, dimana bila juga tidak diindahkan, pimpinan proyek akan mengambil tindakan dengan tidak mengizinkan yang bersangkutan untuk berada di daerah proyek.

Maksud dan tujuan pentingnya Kesehatan dan Keselamatan Kerja.
Pengaturan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja dalam bidang konstruksi dimaksudkan agar kegiatan pekerjaan konstruksi terselenggara melalui terjaminnya keselamatan dan kesehatan kerja baik bagi pelaku kegiatan konstruksi itu sendiri maupun bagi lingkungan sekitar lokasi pekerjaan. 
Pemahaman dan penerapan pengaturan mengenai keselamatan dan kesehatan kerja tersebut diharapkan memberikan manfaat bagi para pelaku pekerjaan konstruksi seperti: 
  • Berkurangnya atau malah terhindarkannya kecelakaan kerja pada pelaksanaan pekerjaan; 
  • Terhindarkan terhentinya kegiatan pekerjaan konstruksi sebagai akibat adanya kecelakaan kerja; 
  • Terhindarkan kerugian baik material maupun nyawa manusia akibat timbulnya kecelakaan kerja; dan 
  • Terhindarkan penurunan produktivitas dan daya guna sumber daya sebagai akibat dari adanya kecelakaan kerja.  

Jenis-jenis Alat Pelindung Diri (APD) 
  • Safety hat, yang berguna untuk melindungi kepala dari benturan benda keras selama mengoperasikan atau memelihara AMP. Safety shoes, yang akan berguna untuk menghindarkan terpeleset karena licin atau melindungi kaki dari kejatuhan benda keras dan sebagainya. 
  • Kaca mata keselamatan, terutama dibutuhkan untuk melindungi mata pada lokasi pekerjaan yang banyak serbuk metal atau serbuk material keras lainnya. 
  • Masker, diperlukan pada medan yang berdebu meskipun ruang operator telah tertutup rapat, masker ini dianjurkan tetap dipakai. 
  • Sarung tangan, dibutuhkan pada waktu mengerjakan pekerjaan yang berhubungan dengan bahan yang keras, misalnya membuka atau mengencangkan baut dan sebagainya. 
  • Alat pelindung telinga, digunakan untuk melindungi telinga dari kebisingan yang ditimbulkan dari pengoperasian peralatan kerja. 

Sistem Manajemen Proyek Konstruksi Jalan dan Jembatan


Sistem Manajemen Proyek Konstruksi Jalan dan Jembatan dikelola dengan baik akan berimbas pada hasil yang baik pula.
Pengaspalan Jalan Nanga Badau-Lanjak

Proyek konstruksi adalah suatu rangkaian kegiatan untuk membangun atau mendirikan suatu bangunan atau konstruksi pada lokasi tertentu dengan waktu yang terbatas, tidak berulang, dan hasilnya berupa produk yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan melibatkan berbagai sumber daya.
Rangkaian    kegiatan   Sistem Manajemen Mutu tersebut bertujuan  untuk menghasilkan   suatu  bangunan   yang   memenuhi syarat biaya, mutu dan waktu. Sistem manajemen mutu mencakup elemen-elemen: tujuan (objectives), pelanggan (customers), hasil- hasil  (outputs),  prosesp-proses  (processes), masukan-masukan   (inputs)   pemasok   (suppliers), dan  pengukuran  untuk  umpan-balik  dan  umpan- maju (measurements for feedback and feedforward).
Sistem manajemen mutu terdiri atas empat tingkatan, yaitu :
  • Inspeksi  (Inspection), adalah  mengkaji karekteristik proyek dalam aspek mutu, dalam hubungannya  dengan  suatu  standart  yang ditentukan. Inspeksi akan menentukan baik atau tidaknya proyek berdasarkan mutunya.
  • b.Pengendalian Kualitas (Quality Control – QC), terdiri dari kegiatan pemeriksaan pekerjaan, bersama-sama  dengan  manajemen  dan pendokumentasian bahwa pelaksanaan pekerjaan sudah sesuai dengan persyaratan kontrak dan peraturan-peraturan yang  berlaku  QC merupakan suatu unsur atau bagian dari QA.
  • Jaminan  Kualitas  (Quality  assurance  –  QA), adalah semua perencanaan, metoda dan langkah sistematis yang diperlukan untuk memberi keyakinan  bahwa  semua  perencanaan, perancangan dan pelaksanaan yang dilakukan sudah sesuai dengan standart-standart yang berlaku, serta syarat-syarat yang dispesifikasikan dalam kontrak.
  • "Total   Quality   Management   (TQM),   adalah gabungan dari semua bentuk manajemen kualitas yang  tujuan  utamanya  adalah  memenuhi kepuasan   pelanggan   dengan  menitikberatkan pada peningkatan  berkelanjutan  
  • Tahap   manajemen   setelah   pelaksanaan   proyek adalah  pengendalian.  Ini  berarti  di  dalam Pengendalian mutu pelaksanaan proyek, sebelum proyek selesai, sudah ada proses pengendalian. Sebagai salah satu fungsi dan proses kegiatan dalam manajemen yang sangat mempengaruhi hasil akhir proyek, pengendalian mempunyai tujuan utama meminimalisasi segala penyimpangan yang dapat terjadi selama proses berlangsungnya proyek."

Fungsi pengendalian :
Fungsi pemantauan
Dengan pemantauan yang baik terhadap semua kegiatan  proyek  akan  memaksa unsur-unsur pelaksana untuk bekerja secara cakap dan jujur, dan pemantauan  akan  memotivasi  para  pekerja  atau unsur sumber daya yang ada didalamnya. Sehingga dengan demikian akan mengetahui prestasi masing- masing yang akan dicapai.

Fungsi manajerial 
Pada pekerjaan yang komplek dan mudah terjadi perubahan (dinamis) pemakaian pengendalian dan sistem informasi yang baik akan memudahkan manajer untuk segera mengetahui bagian-bagian pekerjaan  yang  mengalami  kejanggalan  atau memiliki performa yang kurang baik. Dengan demikian dapat segera dilakukan usaha untuk mengatasi atau meminimalkan kejanggalan tersebut.

Produktivitas adalah suatu hubungan antara output terhadap input dari suatu produk konstruksi. Dalam hal ini yang dimaksud output adalah barang / jasa sedangkan input adalah tenaga kerja, material dan peralatan.

Sehingga disimpulkan bahwa produktivitas adalah suatu hubungan antara input (tenaga kerja, material dan peralatan) / sesuatu  yang melaksanakan   suatu   produk   konstruksi  dengan output (barang/jasa) / hasil  dari  suatu  proses konstruksi   yang   mana  produk yang   dihasilkan sesuai dengan perencanaan.

Konsekuensi dari suatu produktivitas adalah apabila produktivitas suatu proyek konstruksi  semakin tinggi   maka   secara   langsung   akan   mengurangi biaya, dan waktu pelaksanaan akan lebih cepat dari yang direncanakan. Dengan semakin tingginya produktivitas  maka  hasil  atau  produk  konstruksi yang dihasilkan akan mendapatkan kualitas / mutu yang sesuai dengan tujuan.
1. Pengendalian
Untuk mencapai mutu/kualitas yang sesuai dengan perencanaan tidak terlepas dari suatu pengendalian baik pengendalian mutu, biaya dan waktu dan dipengaruhi juga oleh peningkatan produktivitas.
Selain perencanaan, salah satu fungsi manajemen yang juga mempunyai peranan yang sangat penting dalam mencapai tujuan dan suksesnya pelaksanaan suatu proyek   adalah pengendalian (controling). Pengendalian adalah merupakan pengukuran dan koreksi   terhadap   hasil   kerja   para   staf   untuk menjamin bahwa apa yang dilaksanakan cocok dengan yang telah direncanakan.
2. Hubungan Pengendalian Mutu dengan Peningkatan Productivitas
Pengendalian Mutu pada Proyek erat hubungannya dengan Peningkatan  Produktivitas di proyek yaitu :
a. Peningkatan Produktivitas terhadap Pengendalian Waktu
Pengendalian waktu dan biaya   tidaklah bisa lepas dari suatu manajemen mutu maupun produktivitas. Penyedia jasa telah membuat jadwal perencanaan yang mana pada tiap minggu akan dievaluasi apakah ada keterlambatan atau pekerjaan terjadi percepatan, hal ini oleh pelaksana di breakdown dengan laporan harian.
b. Peningkatan Produktivitas  terhadap Pengendalian Sumber Daya Manusia
Tenaga   kerja   yang   dipakai   di   proyek   sangat beragam  tingkat  kualitas dan kuantitasnya.  Dalam hal ini adalah tenaga kerja untuk tenaga yang langsung dibayarkan seperti mandor, kepala tukang, tukang dan pekerja, karena dari analisa dapat diperhitungkan atau ditaksir besaran biaya yang dikeluarkan untuk upah tenaga kerja.
Produktifitas tenaga kerja menjadi pertimbangan sebagai pengendalian biaya upah dalam Proyek, semakin meningkat produktivitasnya maka pekerjaan yang dihasilkan akan menyebabkan penurunan pengeluaran biaya, mempersingkat waktu pelaksanaan dan akan menjadikan mutu pekerjaan sesuai dengan yang diinginkan.
c. Peningkatan Produktivitas  terhadap Pengendalian Material
Bahan atau material adalah besarnya jumlah bahan yang dibutuhkan untuk menyelesaikan bagian pekerjaan dalam  satu   kesatuan pekerjaan. Pemakaian bahan atau material dalam proyek perlu direncanakan  secara efektif dan efisien serta tidak terjadi  masalah  akibat  tidak  tersedianya  material pada saat dibutuhkan. Dalam pelaksanaan proyek penggunaan  material  juga  harus  diawasi  kualitas dan kuantitasnya sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhannya. Adapun langkah yang dilakukan oleh penyedia jasa dalam pengendalian mutunya, dengan mengadakan uji laboratorium berupa test sampel bahan yang dipakai, seperti uji tulangan baja, uji sampel beton, serta   analisa  material   lainnya. Hal ini sebagai langkah dalam mencegah terjadinya pembongkaran pekerjaan  (rework)  akibat  dari tidak  terpenuhinya spesifikasi material yang disyaratkan.
d. Peningkatan Produktivitas terhadap Pengendalian Peralatan
Peralatan yang digunakan dalam suatu proyek dipengaruhi oleh produktivitas alat terhadap volume pekerjaan  yang akan  dilakukan  sedangkan  jumlah peralatan yang dibutuhkan bergantung pada durasi kegiatan, kondisi lapangan, keadaan cuaca, efisiensi alat,  kemampuan  operator,  kapasitas  dan  jumlah alat.
Untuk menentukan produktivitas alat, diperlukan data-data penggunaan peralatan dengan kondisi proyek yang tidak jauh berbeda. Dalam hal ini, penyedia jasa yang melaksanakan pekerjaan berpedoman pada pengalaman proyek- proyek sebelumnya, untuk dapat menentukan produktivitasnya, pengendalian biaya untuk komponen alat sangat penting, terutama jika alat tersebut adalah sewa. Efisiensi dan efektifitas penggunaan alat disesuaikan dengan waktu penyelesaian pekerjaan agar biaya operasional atau sewa tidak membengkak.
e. Peningkatan Produktivitas terhadap Pengendalian Sub-Kontraktor
Pada pelaksanaan proyek, ada bagian- bagian  tertentu  yang  diborongkan  kepada  pihak lain. Untuk itu, pengendalian  sub kontraktor yang masuk dan ikut terlibat dalam pelaksanaan proyek harus melalui  seleksi  baik kualitas maupun biaya, sehingga bagian pekerjaan yang dikerjakan oleh sub kontraktor  akan  menghasilkan  produk  konstruksi yang mempunyai mutu/kualitas sesuai yang direncanakan.
Dengan  melibatkan Sub  Kontraktor, maka produktifatas semakin meningkat karena ada bagian pekerjaan yang dikerjakan sub kontraktor sehingga akan memperpendek waktu pelaksanaan, dan juga dengan melalui proses seleksi sub kontraktor maka pekerjaan yang dihasilkanpun akan mempunyai mutu/kualitas sesuai yang direncanakan.
MANAJEMEN LALU LINTAS
Demi kelancaran di dalam pekerjaan dan tidak mengganggu lalu lintas kendaraan yang melintas, kami akan menempatkan personil khusus untuk mengatur lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan. Kami juga akan menerapkan metode buka tutup jalan sehingga diharapkan pekerjaan bisa terus berjalan dan pengguna lalu lintas juga bisa lewat.
Disamping itu kami juga akan menempatkan rambu - rambu lalu lintas dan peringatan bahwa disitu sedang dilaksanakan pekerjaan jalan dan menghimbau kepada pengguna jalan supaya mengurangi kecepatan dan berhati - hati selama melintas di lokasi tersebut.
MANAJEMEN WAKTU PELAKSANAAN
Dengan jangka waktu pelaksanaan yang hanya 5 bulan, kami akan berupaya semaksimal mungkin untuk dapat menyelesaikan pekerjaan tepat pada waktunya. Kami akan selalu berkoordinasi dengan pihak terkait apabila terjadi permasalahan external. Adapun untuk mengejar keterlambatan, kami juga akan mengoptimalkan untuk lembur pekerjaan sehingga diharapkan pekerjaan tidak mengalami keterlambatan di dalam schedule pelaksanaan.
MANAJEMEN PENGELOLAAN MATERIAL
Material adalah hal yang harus disiapkan sejak dini, untuk itu kami sudah jauh - jauh hari menyetok material di Base Camp sebanyak banyaknya. Sedangkan untuk material yang belum tercaver, kami juga sudah sruvey ke sekitar lokasi pekerjaan dan menanyakan langsung kepada leveransir terdekat untuk kesedianyanya nanti membantu memasok material apabala dibutuhkan.
 
MANAJEMEN PERALATAN
Peralatan yang akan kami gunakan sudah kami persiapkan dan kami pastikan dalam kondisi yang baik. Adapun untuk alat yang memungkinkan untuk sewa, kami juga sudah mengecek. Untuk memaksimalkan di dalam pelaksanaan pekerjaan, kami akan mengatur mobilisasi alat sesuai dengan kebutuhan di lapangan sehingga tepat waktu, tepat mutu dan tepat guna.
ANTISIPASI CUACA
Mengingat kondisi saat ini cuaca tidak dapat diperkirakan dan sering terjadi hujan, kami berusaha untuk melakukan efisiensi waktu yang artinya bahwa dikala cuaca bagus kami akan memaksimalkan pekerjaan sehingga nantinya tidak terjadi keterlambatan kerja yang disebabkan oleh cuaca yang tidak baik.
PENGENDALIAN MUTU
Demi  menjaga Kualitas dan mutu pekerjaan, segala bentuk material yang akan digunakan untuk di uji coba terlebih dahulu pada laboratorium independent guna mengetahui mutu dari bahan / material tersebut. Apakah material tersebut memenuhi syarat spesifikasi atau tidak. Apabila didapati material tersebut tidk sesuai spesifikasi maka akan segera diganti menggunakan material baru yang memenuhi spesifikasi dengan pengujian terlebih dahulu.

October 24, 2017

Download Analisa Harga Satuan 2010 Revisi 3 Excel dan Sepesifikasi khusus Rutin Jalan dan Jembatan


Spesifikasi Umum bina marga sudah beberapa kali mengalami penyempurnaan, dimulai spesefikasi umum 2003, 2005, 2007 dan selanjutnya yang terakhir spesifikasi 2010 revisi 3 yang menjadi pedoman para pokja bina marga dalam melaksanakan pengadaan dan pedoman bagi kontraktor dan konsultan dalam melaksanakan dan pengawasan pada Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan saat ini.


Sepesifikasi 2010 sudah mengalami beberapa kali perubahan diantaranya Spesifikasi umum 2010 revisi 1, Spesifikasi umum 2010 Revisi 2 dan terakhir Spesifikasi umum 2010 revisi 3  yang terbit pertengahan tahun 2014 menggantikan Spesifikasi Umum 2010 Revisi 2 dengan beberapa revisi di tiap bab-nya. Spesifikasi Umum 2010 Revisi 3 terbit sesuai Surat Edaran Dirjen Bina Marga No. 10/SE/Db/2014 tentang Penyampaian Standar Dokumen Pengadaan dan Spesifikasi Umum 2010 (Revisi 3) untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan dan Jembatan dan Penyampaian Perangkat Lunak Analisa Harga Satuan Pekerjaan Jalan Dan Jembatan sesuai dengan Spesifikasi Umum 2010 (Revisi 3). Perlu diingat pada tahun 2016 yang lalu direktur reservasi jalan juga telah melakukan penambahan terhadap Spesifikasi umum 2010 revisi 3  dengan spesifikasi khusus tentang pemeliharaan rutin jalan dan pemeliharaan rutin jembatan.

Mungkin masih ada teman-teman yang memerlukan, Pada kesempatan ini saya akan berbagi file analisa harga satuan spesifikasi 2010 revisi 1, 2 dan terakhir revisi 3 dalam bentuk file excel.

Spesifikasi umum Bina Marga 2010 Revisi 1

Spesifikasi umum Bina Marga 2010 Revisi 2

Khusus file-file dibawah ini, jika berminat silakan menghubungi saya melalui e-mail : 99brens@gmail.com

Spesifikasi umum Bina Marga 2010 Revisi 3
  • Download Spesifikasi umum 
  • Download Analisa Harga Satuan 2010 Revisi 3

Spesifikasi umum Bina Marga 2010 Revisi 3 + Spesifikasi Khusus Rutin Jalan dan Rutin Jembatan tahun 2017
  • Spesifikasi umum
  • Analisa Harga Satuan 2010 + SKH Rutin jalan dan Rutin Jembatan

Mudah-mudahan file-file yang saya bagikan ini dapat berguna dan bermanfaat bagi teman-teman, baik kontraktor, konsultan, pelaksana lapangan, maupun para Pekerja konstruksi lainnya sehingga dapat terciptanya pembangunan yang lebih baik dan bermutu.

Kami melayani Jasa sewa Sertifikasi Keahlian (SKA) dan Sertifikat Keterampilan Kerja (SKTK) untuk mengikuti penawaran atau lelang, Kami juga melayani Jasa Pengangkutan untuk seluruh Kalimantan Barat. Serta Kami Menjual Aspal drum Murah, Untuk Harga Aspal Pertamina Rp. 1.375.000,-/Drum dan Aspal Iran 1.350.000,-/Drum, yang berminat silakan hubungi kami hP. 082299279279

Jual aspal Kalimantan Barat

Baca Juga artikel Berikut :