advertise

August 26, 2017

Definisi, Ciri dan Jenis Proyek Kontruksi

Definisi proyek
Proyek adalah suatu kegiatan investasi yang menggunakan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang dan jasa yang diharapkan dapat memperoleh keuntungan dalam suatu periode tertentu (Bappenas TA-SRRP, 2003).


Sedangkan  arti kata manjemen yaitu pengelolaan,  hal ini menunjukkan  bahwa manajemen  proyek  adalah  merupakan  tata cara/dan  atau pengelolaan  proyek yang terdiri dari kegiatan investasi yang menggunakan faktor-faktor produksi atau sumber daya (manusia, material, peralatan, keuangan, metode/teknologi)  untuk menghasilkan barang/jasa yaitu berupa konstruksi jalan dan jembatan, yang diharapkan ada keuntungan yang didapat dari pemanfaataan jalan dan jembatan 

sebagai  sarana  perhubungan  darat  atau  transportasi  yang  mempunyai  nilai ekonomi yang sangat tinggi dalam periode tertentu yaitu selama umur rencana / efektif konstruksi jalan dan jembatan.
Maka dalam pelaksanaan proyek, bagi para penyelenggara proyek terutama pelaksana/pemborong hendaknya dapat melaksanakan tugas secara profesional dalam menyediakan seluruh faktor-faktor produksi atau sumber daya yang diperlukan oleh suatu proyek, untuk memenuhi maksud dan tujuan proyek secara sukses yaitu dicapainya standar mutu yang disyaratkan, biaya dan waktu yang telah ditetapkan.

Proyek dalam pelaksanaannya sering terjadi masalah baik teknis maupun administrasi yang pada akhirnya proyek tidak dapat selesai sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dalam kontrak. Salah satu penyebab umum dari kesulitan dalam  melaksanakan  proyek  adalah  kurang  dipahaminya  proyek  itu  sendiri secara  benar  sehingga  tidak  dapat  memperhitungkan  secara  teliti  dan  tepat semua faktor-faktor produksi/sumber daya proyek yang diperlukan untuk menentukan  secara pasti waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan  proyek, dalam hal ini proyek adalah pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan.

Di Indonesia yang mempunyai dua musim yaitu musim kemarau dan musim penghujan  akan  sangat  mempengaruhi  waktu  pelaksanaan  konstruksi  yang harus diperhitungkan, terutama pekerjaan jalan dan jembatan yang sangat rawan dilaksanakan pada musim hujan. Hal ini akan menuntun kearah situasi yang tidak menguntungkan  apabila  ternyata  musim  hujan  tidak  sesuai  yang  diperkirakan maka waktu penyelesaian proyek dapat terganggu. Apapun alasannya perpanjangan  waktu pelaksanaan  konstruksi  harus dihindarkan,  kecuali memenuhi   alasan   yang  dapat  diterima   sesuai   dengan   kontrak   (pekerjaan tambah, perubahan desain, keadaan diluar kehendak seperti bencana alam, dan sebagainya).

Keterbatasan waktu dalam kegiatan proyek pelaksanaan konstruksi jalan dan jembatan semata-mata mengingat:
  • biaya investasi proyek yang dikeluarkan agar cepat kembali;
  • batasan  waktu  berlakunya  anggaran  untuk  dana  APBN/APBD  dan  batas waktu  berakhirnya  masa  pelaksanaan  konstruksi  jalan  dan  jembatan  bagi dana pinjaman Bantuan Luar Negeri/BLN.

Proyek adalah suatu pekerjaan atau tugas bersama para penyelenggara proyek yang  dilaksanakan   oleh  penyedia   jasa  melalui   kontrak   Jasa  Pelaksanaan Konstruksi  (pemborongan),  yang telah ditetapkan  target mutu dan biaya serta tertentu  waktu  mulai  dan  selesainya.  Proyek  mempunyai  tujuan  atau  ruang lingkup  pekerjaan  yang  dilaksanakan  secara  jelas,  berdasarkan  persyaratan teknis  dan  administrasi  yang  sudah  disiapkan.  Biasanya  proyek  dilaksanakan oleh suatu organisasi penyelenggara proyek yang sifatnya sementara dan akan dibubarkan setelah proyek selesai. 

Sedangkan  suatu  kegiatan  yang dilakukan  berulang-ulang  atau kegiatan  yang merupakan  aktifitas  sehari-hari/rutin,  biasanya  bukan  merupakan  suatu  tugas atau kegiatan yang disebut proyek.

Ciri-ciri proyek
Secara umum ciri- ciri proyek dapat dikelompokan kedalam 4 (empat) kelompok:
  1. proyek mempunyai tujuan yaitu menghasilkan barang dan jasa;
  2. proyek memerlukan input berupa factor-faktor produksi atau sumber daya, seperti modal, tanah dan material, peralatan, tenaga pegawai dan kepemimpinan;
  3. proyek mempunyai titik awal dan titik akhir;
  4. dalam waktu tertentu setelah proyek selesai, mulai dapat menghasilkan.

Jenis proyek
Menurut kebutuhan investasi, proyek dibagi dalam 3 (tiga) jenis:
  1. proyek yang menggunakan faktor produksi untuk menghasilkan bangunan fisik yang memproduksi barang dan jasa. Contoh  : bendungan, jalan, kelistrikan/energi (PLTA,PLTD,PLTU), dan lain sebagainya.
  2. proyek yang dibangun dengan tujuan menghasilkan keluaran berupa faktor- faktor produksi non-fisik. Contoh  :  proyek pendidikan/pelatihan dan pembuatan buku-buku yang menghasilkan keterampilan dan ilmu pengetahuan
  3. proyek yang dibangun untuk menciptakan penemuan-penemuan baru.Contoh    :  proyek-proyek penelitian teknologi
Sedangkan tugas/pekerjaan yang bukan merupakan proyek adalah:
  1. proses tuntutan asuransi, pemesanan, atau pembayaran;
  2. proses produksi pabrik;
  3. memasak di restoran;
  4. mengendarai truck pengangkut kiriman dengan jalur tetap setiap hari;
  5. atau, semua hal yang merupakan pengulangan kegiatan.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner