Semua Informasi tentang dunia Kontraktor, Teknologi dan Internet

April 19, 2017

Metode Umum Pelaksanaan Konstruksi Oleh Kontraktor


Metode Umum yang biasa dilaksanakan oleh kontraktor setelah SPMK (Surat Perintah Mulai Kegiatan) adalah sebagai berikut :


Sosialisasi
Sosialisasi merupakan sarana untuk menjelaskan dan mempublikasikan kegiatan yang akan kita laksanakan, sehingga koordinasi penyedia jasa dengan instansi atau masyarakat berjalan dengan baik.

Pembuatan Laboratorium
Laboratorium Lapangan, yaitu tempat meletakkan peralatan laboratorium yang setiap saat diperlukan di lapangan agar mutu terjamin, seperti alat Sand Cone, timbangan dan alat lainnya.

Pembuatan Barack, Bengkel, Gudang dan Lain-lain
Gudang untuk penyimpanan material-material pabrikasi dibuat dekat dengan lokasi pekerjaan dan direksi keet menggunakan konstruksi semi permanent.

Material & Penyimpanan 
Material yang digunakan disini harus :
  • Memenuhi spesifikasi dan standar yang berlaku
  • Memenuhi ukuran, pembuatan, jenis dan mutu yang disyaratkan dalam gambar dan seksi lain dari spesifikasi ini atau sebagaimana secara khusus disetujui tertulis oleh Direksi Pekerjaan.
  • Semua produk harus baru.
  • Penempatan material sedapat mungkin didalam lingkungan lokasi pagar, karena mengingat kondisi lokasi proyek yang berada disekitar atau disepanjang Lokasi Pekerjaan. dimana berarti pemagaran lokasi proyek amat terbatas. Maka untuk menghindari kehilangan material,sedapat mungkin jangan menempatkan material disepanjang lokasi proyek namun dilokalisir didalam lingkungan khusus. 
  • Untuk material pasir dibuatkan tempat pelindung disekelilingnya dari papan kayu agar tidak tercecer di dalam lokasi proyek. Sebelum material dibongkar terlebih dahulu petugas gudang bersama Pengendali Sistem Mutu ISO 9001 mengecek apakah sudah sesuai dengan spesifi kasi yang dikehendaki. Sedangkan pada awal sebelum pendatangan material kontraktor ke lokasi proyek, maka kontraktor harus mengajukan ijin pendatangan material terlebih dahulu dengan menyerahkan sample material bersama dengan detail lokasi sumber material yang akan dipakai, untuk selanjutnya dimintakan persetujuan.


Pengukuran 
Pekerjaan pengukuran terbagi dalam tiga tahap, yaitu : 
  • Pengukuran awal
  • Pengukuran sebelum pelaksanaan
  • Pengukuran akhir

Untuk pengukuran awal segera dilakukan kontraktor setelah mendapatkan SPMK dari proyek. Hal-hal yang harus diperhatikan pada pengukuran awal ini, yaitu : 

Penentuan pedoman elevasi yang diambil petunjuk dari pengawas atau direksi. Kenentuan posisi bangunan dari titik tertentu sesuai dengan petunhuk dari pengawas/direksi. Pemasangan titik bantu sesuai dengan petunjuk dari pengawas/direksi.

Mobilisasi
  • Mobilisasi dilakukan sesegera mungkin setelah penandatanganan kontrak, agar pekerjaan dilapangan dapat segera dilakukan mengingat bahwa waktu pelaksanaan yang amat terbatas dan ketergantungan pelaksanaan pekerjaan pada peralatan.
  • Mobilisasi dari seluruh mata pekerjaan yang terdaftar harus diselesaikan dalam jangka waktu 60 hari terhitung mulai tanggal mulai kerja. 
  • Mobilisasi Personil, Pelaksana (General Superintentent) yang memenuhi yang memenuhi kualifikasi {sertifi kasi) menurut cakupan pekerjaannya sesuai dokumen penwaran.
  • Mobilisasi semua staf pelaksana dan pekerja yang diperlukan dalam pelaksanaan dan penyelesaian pekerjaan dalam kontrak.
  • Mobilisasi Peralatan dan perlengkapan Laboratorium sesuai dengan daftar peralatan yang telah diajukan atau tercantum dalam Penawaran, dimana peralatan tersebut akan digunakan menurut Kontrak ini.
  • Penyediaan dan pemeliharaan base camp Kontraktor, jika perlu termasuk kantor lapangan, tempat tinggal, bengkel, gudan& dan sebagainya.


Manajemen Lalulintas
Dalam melaksanakan pekerjaan pelebaran Jalan setiap tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan mulai dari awal pelaksanaan Pekerjaan sampai dengan akhir kegiatan di lapangan diusahakan tidak mengganggu arus lalu lintas. Aktifitas arus lalu lintas yang terhambat akibat adanya kegiatan proyek akan merugikan pengguna jalan raya.
Agar dalam pelaksanaan pekerjaan tidak terjadi kerugian dipihak pengguna jalan, maka manajemen lalu lintas dapat dilaksanakan dengan cara sebagai berikut :
  • Menyiapkan perlengkapan keselamatan jalan selama periode kontruksi sesuai ketentuan.
  • Membuat rencana kerja manajemen lalu lintas sesuai schedule pekerjaan dan koordinasikan dengan seluruh personil yang terkait.
  • Mengatur secara tepat jadwal pelaksanaan setiap jenis pekerjaan di lapangan.
  • Memasang rambu-rambu di sekitar lokasi pekerjaan, dan menempatkannya secara tepat dan benar.
  • Menempatkan petugas pengatur lalu lintas untuk mengatur dan mengarahkan arus lalu lintas.

Peralatan Keselamatan Lalu Lintas :
  • Rambu penghalang lalu lintas jenis plastik
  • Rambu peringatan
  • Peralatan komunikasi dan lainnya
  • Perlengkapan safety (sepatu, helm, rompi, sarung tangan, dan lain-lain) pelaksana kegiatan.


Tenaga yang terdiri dari:
  • Pekerja
  • Koordinator

Pada saat pekerjaan, rambu-rambu diletakkan sepanjang daerah galian, Timbunan, dan tempat lain yang dipandang perlu, tujuannya agar mengurangi kecelakaan penggna jalan. Rambu-rambu yang dipasang haruslah mempunyai cat dengan pantulan cahaya, guna menghindari kecelakaan di malam hari.

Manajemen Mutu
Vibizmanagement - Quality) - Manajemen Mutu adalah aspek-aspek dari fungsi manajemen keseluruhan yang menetapkan dan menjalankan kebijakan mutu suatu perusahaan/organisasi. Dalam rangka mencukupkan kebutuhan pelanggan dan ketepatan waktu dengan anggaran yang hemat dan ekonomis, seorang manager proyek harus memasukkan dan mengadakan pelatihan management kualitas. 

Hal hal yang menyangkut kualitas yang di maksud diatas adalah : 
  • Produk / pelayanan / proses pelaksanaan. 
  • Proses management proyek itu sendiri. 

Didalam tuntutan zaman dan dalam era persaingan bebas, kita harus banyak belajar tentang hal hal yang menyangkut proses manajemen dalam lingkungan kerja, terutama tentang pentingnya sistem dan realisasinya dalam proyek di lapangan. 

Continuous Quality Management 
Merupakan cara yang digunakan sebuah perusahaan yang mana dapat digunakan untuk meningkatkan proses bisnis mereka. Ini merupakan cara hidup dari semua organisasi yang ingin mencapai posisi yang kompetitif dalam arus industrisasi yang cepat. 

Syarat Penggunaan dalam Quality Management 
Ada beberapa bagian yang mana digunakan dalam management kualitas. Dalam konteks konstruksi beberapa akan di jelaskan. 
1. Inspeksi 
Inspeksi merupakan alat untuk mengukur kegiatan proses konstruksi untuk memeriksa apakah standard spesifikasi udah di capai. 
2. Quality control 
Pengendalian Mutu (Quality Control) adalah teknik dan aktivitas operasi yang digunakan agar mutu tertentu yang dikehendaki dapat dicapai. Aktivitasnya mencakup monitoring, mengeliminir problem yang diketahui, mengurangi penyimpangan/perubahan yang tidak perlu serta usaha-usaha untuk mencapai efektivitas ekonomi. 

Mutu (kualitas) dalam kerangka ISO-9000 didefinisikan sebagai “ciri dan karakter menyeluruh dari suatu produk atau jasa yang mempengaruhi kemampuan produk tersebut untuk memuaskan kebutuhan tertentu”. Hal ini berarti bahwa kita harus dapat mengidentifikasikan ciri dan karakter produk yang berhubungan dengan mutu dan kemudian membuat suatu dasar tolok ukur dan cara pengendaliannya.

Ringkasan Uraian Pekerjaan Kontraktor Berdasarkan Speksifikasi


Ringkasan Uraian Pekerjaan berdasarkan Speksifikasi Tahun 2010 Perlu diketahui oleh para penyedia jasa khusunya di lingkungan Bina Marga, sehingga tidak salah dalam memulai pelaksanaan pekerjaan lapangan.

Berikut Uraian Pekerjaan berdasarkan Speksifikasi 2010, sebagai berikut :

Pekerjaan Pengembalian Kondisi harus dimulai paling lambat 30 hari sejak tanggal mulai kerja dan dalam periode mobilisasi dan dimaksudkan untuk mengembalikan jalan lama dan jembatan minor yang ada ke suatu kondisi yang dapat digunakan,konsisten dengan kebutuhan normal untuk jalan dan/atau jembatan menurut jenisnya

Lingkup pekerjaan dalam Kontrak ini mensyaratkan bahwa kegiatan tertentu harus diselesaikan secara berurutan menurut rencana yang telah ditetapkan sebelumnya.
Kecuali jika ditentukan lain oleh Direksi Pekerjaan, tanggal yang menjadi rencana utama bagi kegiatan yang kritis adalah sebagai berikut:
  1. Survei lapangan termasuk peralatan pengujian yang diperlukan dan penyerahan laporan oleh Penyedia Jasa. Dilaksanakan 30 hari setelah pengambilalihan lapangan oleh Penyedia Jasa 
  2. Revisi Minor oleh Direksi Pekerjaan telah selesai. Dilaksanakan  60 hari setelah pengambil-alihan lapangan oleh Penyedia Jasa, walau keluarnya detil pelaksanaan dapat bertahap setelah tanggal ini.  
  3. Pekerjaan pengembalian kondisi perkerasan dan bahu jalan selesai. Dilaksanakan 60 hari setelah pengambil-alihan lapangan oleh Penyedia Jasa.  
  4. Pekerjaan minor pada selokan, saluran air, galian dan timbunan, pemasangan perlengkapan jalan  dan pekerjaan pengembalian  kondisi jembatan. Dilaksanakan  90 hari setelah pengambil-alihan lapangan oleh Penyedia Jasa 
  5. Pekerjaan drainase selesai   Sebelum dimulainya setiap overlay. 
Diagram yang menjelaskan lingkup dan urutan kegiatan dalam pekerjaan dari berbagai pekerjaan utama diberikan dalam Lampiran 1.1.A pada akhir Seksi ini.

Dokumen Yang Wajib Disiapkan Kontraktor Setelah Menang lelang


Setelah kita memenang sebuat lelang khususnya dilingkungan Bina Marga, ada beberapa dokumen yang wajib kita ketahui dan kita buat sebagai penyedia jasa.

Dokumen-dokumen yang wajib dibuat oleh Penyedia jasa tersebut sebagai berikut :
Pertama Dokumen PraKonstruksi, Meliputi :

  1. Preword Meeting
  2. Kontrak
  3. Jaminan Pelaksanaan
  4. Asuransi
  5. Pencairan Uang muka
  6. Pre Construstion Meeting
  7. Rencana Mutu Kontrak
  8. Rencana Kesehatan dan keselamatan Kerja Kontrak
Kedua Masa Pelaksanaan Konstruksi, meliputi :
  1. Dokumen Rekayasa Lapangan 
  2. Dokumentasi 0 % (semua item yang terdapat didalam kontrak)
  3. Gambar Kerja
  4. Draft Technical Justification (DTJ)
  5. Amandemen Kontrak (jika ada)
  6. Pembuatan Design Mix Formula (DMF), Job Mix Formula (JMF)
  7. Request Mobilisasi (dibuat sesuai dengan jadwal mobilisasi)
  8. Opname lapangan bersama 
  9. Laporan Harian Standar (Dibuat setiah hari)
  10. Laporan Mingguan Dibuat setiap minggu)
  11. Laporan Bulanan (Dibuat setiap bulan)
  12. Data pendukung Kuantitas (Dibuat setiap bulan sebagai data pendukung MC)
  13. Data Pendukung Kualitas (Dibuat setiap bulan sebagai data pendukung MC)
  14. Month Certificate (Dibuat setiap Bulan)
  15. Dokumentasi 0%, 50%, 100% (Dibuat setiap bulan sebagai data pendukung MC)
Ketiga, Pasca Pelaksanaan Konstruksi meliputi :
  1. Dokumen As Builld Drawing (ABD)
  2. PHO
  3. Serah terima Lapangan pertama
  4. FHO
  5. Serah terima lapangan yang ke Dua
  6. Scanan semua laporan asli (di CDkan) sebagai arsip.

Hirarki Pelaksanaan Kontrak Oleh Kontraktor


Hirarki Pelaksanaan Kontrak ini wajib di ketahui dan dilaksanakan oleh kontraktor, khusunya kontraktor di lingkungan Pekerjaan Umum (PU)


Berikut hirarki ini saya sampaikan agar menjadi pengetahuan kita bersama :
Pertama Tanda Tangan Kontrak
Meliputi :
  1. Berita Acara Serah Terima Lokasi Pekerjaan (BASTLP)
  2. Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK)
  3. Pembayaran Uang Muka
Kedua Rapat Persiapan Pelaksanaan Kontrak (Pre Construction Meeting/PCM)
(Dilaksanakan selambat-lambatnya 7 hari setelah SPMK diterbitkan dan dihadiri setidaknya : PPK, Penyedia Jasa, dan Unsur Penyedia Jasa.
Pembahasan meliputi :
  1. Dokumen Program Mutu
  2. Rencana K3 Kontrak
  3. Organisasi Kerja
  4. Tata Cara pengaturan Pelaksanaan Pekerjaan
  5. Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan
  6. Jadwal Pengadaan bahan/Material, Mobilisasi peralatan dan personil. (mobilisasi personil harus sudah dilaksanakan 
  7. Menyusun Rencana pemeriksaan dan rencana pemeriksaan lokasi pekerjaan
Dokumen Program Mutu
Meliputi :
  1. Informasi pekerjaan yang akan dilaksanakan
  2. Organisasi kerja penyedia jasa
  3. Jadwal pelaksanaan pekerjaan
  4. Prosedur Instruksi kerja
  5. Metode Pelaksanaan Pekerjaan
Dokumen Rencana Keselamatan dan Kesehatan KerjaKonstruksi (RK3K)
Meliputi :
  1. Kebijakan K3 Proyek
  2. Organisasi K3
  3. Perencanaan K3
  4. Pemeriksaan dan evaluasi kinerja K3
  5. Tinjauan ulang kinerja K3
Catatatan : 
  • RK3K dapat direvisi sesuai dengan kebutuhan lapangan, penyedia jasa wajib memutahirkan dokumen RK3K dengan persetujuan PPK
  • Persetujuan PPK terhadap RK3K tidak mengubah kewajiban kontraktual penyedia jasa

Ketiga Rekayasa/kajian Teknis lapangan (Field Engineering)
Setelah Berita Acara Serah Terima lapangan dan Surat Perintah Mulai Kerja di terbitkan, penyedia bersama-sama pengawas melakukan rekayasa lapangan. Kemudia Penyedia jasa menyusun lapaoran rekayasa lapangan selanjutnya dibahas bersama-sama pengawas.

Keempat Pembuatan dokumen Kajian teknis Lapangan
Hasil Rekayasa lapangan yang telah dibahas selanjutnya akan dijadikan dokumen kajian teknis lapangan.

Kelima Pengajuan Pembahasan Hasil Kajian Teknis untuk Justifikasi Teknis (Draft Technical Justification/DTJ)
Pembahasan Hasil Kajian Teknis atau Pembahasan Draft Technical Justification (DTJ) di Tingkat Panitia dan satker
Berita Acara Hasil Pembahasan Draft Technical Justification (DTJ) menjadi Justifikasi Teknis

Keenam Amandemen / Addendum Kontrak
Kami melayani Jasa sewa Sertifikasi Keahlian (SKA) dan Sertifikat Keterampilan Kerja (SKTK) untuk mengikuti penawaran atau lelang, Kami juga melayani Jasa Pengangkutan untuk seluruh Kalimantan Barat. Serta Kami Menjual Aspal drum Murah, Untuk Harga Aspal Pertamina Rp. 1.375.000,-/Drum dan Aspal Iran 1.350.000,-/Drum, yang berminat silakan hubungi kami hP. 082299279279

Jual aspal Kalimantan Barat

Baca Juga artikel Berikut :