Advertise

November 25, 2018

Kajian Teknis Lapangan Pekerjaan Jalan (Draft Technical Justification/DTJ)

Kajian Teknis lapangan (DTJ) adalah suatu kegiatan untuk mencari kesesuaian antara rancangan asli yang ditunjukan dalam gambar dengan kebutuhan aktual lapangan.

Kajian Teknis Lapangan Pekerjaan Jalan (Draft Technical Justification/DTJ)

Selama 30 hari pertama sejak periode mobilisasi, kontraktor harus mengerahkan personil tekniknya untuk melakukan kegiatan survey lapangan (Kajian Teknis Lapangan). 60 hari setelah pengambil alihan lapangan oleh Kontraktor, walau keluarnya detil pelaksanaan dapat bertahap setelah tanggal ini Revisi Minor telah selesai dan membuat laporan tentang : kondisi fisik dan struktur dari perkerasan. Revisi minor harus sudah

  • Drainase selokan
  • Gorong-gorong
  • Jembatan dan struktur lainnya.
  • Perlengkapan jalan lainnya seperti rambu jalan, patok kilometer, pagar pengaman


Survey kajian teknis lapangan harus mencakup Inventarisasi geometrik meliputi :

  • lebar perkerasan
  • kondisi permukaan
  • jenis lapis permukaan
  • detail bahu jalan, 
  • radius tikungan
  • lereng melintang (superelavasi di tikungan)
  • kelandaian
  • Gorong-gorong
  • Jembatan dan perlengkapan lainnya

Dokumen Kajian Teknis lapangan :

  1. Berita Acara hasil pemeriksaan Lapangan yang dibuat oleh Konsultan
  2. Laporan Gambar Lengkap beserta perhitungan voleme dan analisanya (Draft technical Justification)
  3. laporan hasil evaluasi Konsultan
  4. Laporan Hasil Pembahasan DTJ ditingkat panitia
  5. Berita Acara Negosiasi harga untuk penambahan diatas 10 %
  6. Negosiasi untuk harga timpang
  7. Berita Acara Pembahasan ditingkat Satker
  8. Berita Acara Negosiasi Harga beserta lapirannya
  9. Permohonan Persetujuan Perubahan disain Kepada P2JN
  10. Persetjuan Jastifikasi Teknis 
  11. Berita Acara Draft Technical Justification (DTJ)
  12. Amandemem kontrak (jika ada)
  13. Revisi Time Schedule 

Kegiatan Kajian Teknis Lapangan Kontraktor ini terdiri dari survey lapangan dan analisis data lapangan. Kontraktor harus menyediakan personil ahli untuk memelancar pelaksanaan pekerjaan sehingga diperoleh mutu dan kinerja yang memadai. Kajian teknis lapangan kontraktor penting dilakukan untuk menentukan kondisi fisik dan struktur perkerasan lama dan fasilitas lainnya.

a)   Perkerasan Lama dan Geometrik Jalan
Inventarisasi geometrik jalan, yang meliputi: lebar perkerasan, kondisi permukaan, jenis lapis permukaan, detil bahu jalan; radius tikungan, lereng melintang (superelevasi di tikungan), dan kelandaian.

Survei kekuatan dari perkerasan berpenutup aspal dengan pengujian lendutan dengan alat Benkelman Beam atau alat lain yang disetujui  oleh Direksi Pekerjaan.
Survei kekuatan perkerasan tidak berpenutup aspal atau perkerasan berpenutup aspal yang sudah rusak dengan pengujian Skala Dynamic Cone Penetrometer (DCP) yang harus dikalibrasi terlebih dahulu menurut jenis tanahnya atau method lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan. Survei kekasaran permukaan perkerasan dengan menggunakan alat peng-ukur kekasaran secara otomatis (NAASRA Roughometer), atau peralatan sejenis lainnya

b)   Sistem Drainase Yang Ada
Jenis, bentuk, ukuran, dan profil memanjang dari semua selokan samping di sepanjang kedua sisi jalan.
Jenis, bentuk, ukuran, lokasi, panjang, dan kondisi gorong-gorong, terma-suk detil dari setiap struktur tembok kepala dan lantai apron.

c)  Pekerjaan Perlindungan Talud 
Untuk daerah berbukit atau bergunung, harus dilakukan Kontraktor survei detil terhadap talud alam atau buatan yang diperkirakan tidak stabil dan membutuhkan pekerjaan perlindungan talud.
Kajian Teknis Lapangan

d)   Jembatan Lama
Jenis, dimensi, dan lokasi jembatan di sepanjang lingkup Kontrak.
Detil kondisi struktur setiap jembatan dan setiap elemen dalam struktur yang sangat membutuhkan pekerjaan pengembalian kondisi.

e) Perlengkapan Jalan Lama

  1. Lokasi dan fungsi detil dari semua marka jalan lama, paku jalan (road studs), mata kucing (cat eyes).
  2. Lokasi dan detil semua patok kilometer, patok pengarah, kerb, trotoar, median.
  3. Lokasi, jenis, dan dimensi detil dari semua rel pengaman.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner