advertise

October 29, 2018

Metode Pekerjaan Lapis Ulang Pelindung Baja Pada Jembatan Tidak Bergavanis

Pekerjaan Lapis Ulang Lapisan Pelindung Elemen Baja Pada Jembatan Baja Tidak Bergalvanis adalah pekerjaan untuk melindungi elemen baja jembatan pelengkung baja dari serangan lingkungan akibat penurunan kondisi lapis pelindung eksisting.
Jembatan Hotekamp

Secara umum pekerjaan ini dibagi menjadi dua kategori yaitu :
  1. pelapisan ulang (overcoating) dan pelapisan baru dengan pengupasan (repair coating). Pelapisan ulang (overcoating)   adalah   pekerjaan   perbaikan   cat   pada   lapisan   antara (intermediate coat), dan lapiran akhir (top coat), untuk lapisan utama (primer coat) masih menggunakan lapis eksisting. 
  2. Pelapisan baru dengan pengupasan adalah pekerjaan perbaikan cat menyeluruh dengan cara mengupas lapisan cat eksisting hingga lapisan primer dan memberikan lapisan cat baru baik lapisan utama, lapisan antara dan lapisan akhir.
Penentuan  kategori  pelapisan  ulang  atau  pelapisan  baru  dengan  pengupasan dilakukan  dengan  memperhitungkan  tingkat  resiko  elemen yang  akan  dilakukan lapis ulang lapisan pelindung. Pemisahan tingkat resiko dipisahkan menjadi dua kriteria yaitu elemen struktur kritis dan elemen umum. Elemen yang dikategorikan elemen struktur kritis adalah bagian sambungan baik baut maupun las, hangar kabel penggantung, angkur stressing dan bagian-bagian lain yang memiliki tegangan setempat yang tinggi. Elemen umum adalah elemen-elemen jembatan yang tidak tercakup pada elemen struktur kritis.

Pekerjaan   ini   meliputi   pekerjaan   persiapan   alat-alat   dan   bahan,   pembersihan permukaan   elemen   baja,   pelapisan   dengan   bahan   pelindung/  coating   dengan ketebalan pelapisan tertentu yang dijelaskan dalam persyaratan.

Dalam spesifikasi ini tidak mencakup pekerjaan perbaikan kerusakan pada struktur baja. Apabila struktur baja yang akan dilakukan pengecatan mengalami kerusakan, terlebih dahulu harus dilakukan perbaikan sesuai dengan spesifikasi yang berlaku sebelum pekerjaan ini dilaksanakan.
Pekerjaan   dilaksanakan   menggunakan   bahan   yang   telah   ditentukan   di   dalam spesifikasi ini atau yang disetujui oleh Direksi Teknik.


Penilaian Kondisi Kerusakan

Penilaian kondisi kerusakan didasarkan pada tingkat korosi yang terjadi pada elemen baja. Penilaian tingkat korosi dinyatakan dalam derajat kerusakan yang menyatakan volume korosi yang terjadi pada elemen baja. Secara umum, derajat kerusakan dijelaskan
pada tabel berikut:

Penentuan kategori pelapisan ulang atau pelapisan baru dengan pengupasan dilakukan dengan memperhitungkan tingkat resiko elemen dan derajat kerusakan. secara umum, penentuan kategori pelapisan ulang atau pelapisan baru dengan pengupasan dirangkum
pada tabel berikut:

Persyaratan Bahan

Pelaksanaan pekerjaan ini dipisahkan menjadi 2 (dua) kategori yaitu overcoating dan repair coating. Perbedaan antara kedua kategori ini adalah lapis utama (primer coat) yang dipergunakan dalam aplikasi pengecatan.
Pada  overcoating  tidak  dipergunakan  lapis  utama  baru  namun  menggunakan  lapis utama cat eksisting yang masih terpasang pada elemen baja. Sedangkan repair coating menggunakan    lapis    utama    baru    karena    seluruh    lapis    pelindung    eksisting
dikupas/dibongkar.

Secara umum bahan yang dipergunakan harus memiliki sifat sebagai berikut :

1.   Daya tahan yang lebih lama dan sempurna, tidak berubah warna dalam waktu lama.
2.   Hasil coating yang merekat sangat sempurna (excellent adhesiveness).
3.   Tahan terhadap abrasi, tekanan, dan pengaruh kimia.
4.   Tahan terhadap minyak dan gesekan mekanis lainnya.
5.  Tahan terhadap pengaruh lingkungan, air laut, karbonasi dan asam.
6.  Ramah lingkungan
7.  Anti graffiti paint.
  • Lapisan pertama (primary coat) 100 mikrons. Lapisan primary coat adalah lapisan utama dalam pekerjaan pengecatan, umumnya lapisan  ini  dapat  mempergunakan  bahan  yang  berbahan  dasar  minyak  (oil/solvent based). Material ini memiliki sifat yang mudah dalam pengaplikasiannya dalam hal ini hanya perlu menambahkan thinner dalam proses pencampurannya. Alat yang dipergunakan dapat menggunakan alat sederhana seperti : kuas, roller dan alat penyemprot. Material ini terdiri dari 2 (dua) bagian yaitu base dan activator yang kemudian dicampur.
  • Material bahan yang berbahan dasar minyak (oil base), pada umumnya merupakan komponen zinc. Sifat dasar dari bahan ini adalah tahan terhadap aus/ gesekan, tahan terhadap  perubahan  temperatur  dan  tahan  terhadap  serangan  kimia.  Cat  ini  harus mampu mengikat lapisan berikutnya, sehingga mengurangi penyebaran korosi yang terjadi terutama pada bagian-bagian yang retak atau pecah dari lapisan cat. Apabila dianggap diperlukan untuk memberikan perlindungan lebih dari kemungkinan korosi pda elemen struktur kritis, penyedia jasa dapat memberikan lapisan sealant di bawah lapisan primer dengan persetujuan Direksi Pekerjaan. Pada kategori pelapisan ulang (overcoat), lapisan pertama masih menggunakan lapisan cat eksisting.
  • Bahan Untuk Pelapisan Kedua (125 mikrons) Pekerjaan pelapisan kedua merupakan lapisan pelindung untuk lapisan primary coat, lapisan ini dipergunakan tergantung dari kebutuhan lapisan primary coat masing-masing produsen.
  • Bahan Untuk Pelapisan Akhir (Top Coat) 60 mikrons  Pekerjaan pelapisan akhir berbahan dasar Polyurethane. Warna cat untuk lapisan atas yang dipilih harus mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan

Persyaratan Peralatan

Pekerjaan  Pekerjan  Pelapisan  Ulang  Cat  Elemen  Baja  mempergunakan  beberapa peralatan-peralatan yang dijelaskan berikut ini :
  1. Alat ukur ketebalan WFT  untuk mengukur ketebalan cat pada kondisi basah 
  2. Coating Thickness Gauge Untuk mengukur ketebalan cat pada kondisi kering 
  3. Kendaraan pick-up/truk  untuk mengangkut bahan-bahan dan alat
  4. Air Compressor  Untuk membersihkan permukaan baja yang kotor
  5. Support untuk menjangkau tempat-tempat yang sulit dikerjakan 
  6.  Alat Bantu   : Perancah, Sand Paper, Pahat, Palu, Tangga, Tali
  7. Tambang, 
  8. Ember, 
  9. Kuas, 
  10. Roll, 
  11. Sprayer dan lain-lain. 
Peralatan yang dipergunakan tidak terbatas pada yang ditentukan pada persyaratan ini. Peralatan lain dapat dipergunakan berdasarkan kebutuhan lapangan dan harus berdasarkan persetujuan direksi pekerjaan.


Persyaratan Kerja

a)  Kondisi Lingkungan Yang Diijinkan
  1. Pekerjaan  Lapis  Ulang  Lapisan  Pelindung  Elemen  Baja  Kritis  Pada  Jembatan Pelengkung Baja harus dilaksanakan dalam kondisi sebagai berikut:
  2. Temperatur udara dan temperatur cat adalah antara 17 °C sampai 46 °C.
  3. Temperatur permukaan baja antara 17 °C sampai 46 °C atau 3 °C di atas Dew point.
  4. Tidak dalam cuaca mendung, basah atau hujan
  5. Kondisi permukaan baja harus tidak ada tetesan air, harus kering, dan harus tersedia perlindungan apabila terjadi hujan atau turunnya kabut.
  6. Kelembapan relatif harus sesuai dengan jenis cat yang akan digunakan atau <85 p="">erdapat prediksi temperatur lingkungan yang akan tetap berada di atas 17 °C selama periode pengeringan cat.
  7. Pelaksanaan  pekerjaan  diluar  dari  persyaratan  yang  ditetapkan  dapat  dilakukan selama memenuhi kriteria temperatur, kelembaban dan kriteria lainnya sesuai dengan persyaratan pabrik pembuat dan mendapatkan persetujuan dari Direksi Pekerjaan.
b)  Kondisi Tempat Kerja

Harus terdapat penerangan dan ventilasi yang cukup selama proses blasting dan pengecatan. Untuk mencegah terjadinya pencemaran/pengrusakan lingkungan yang mungkin diakibatkan pekerjaan ini, penyedia jasa wajib menyediakan fasilitas pengaman/pelindung dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.

c)  Ketentuan Lalu Lintas

Lalu lintas pada tempat kerja harus diatur sedemikian sehingga tidak menimbulkan gangguan selama pelaksanaan pekerjaan berlangsung.

Pengajuan Kesiapan Kerja

  1. Penyedia jasa harus mengajukan jenis bahan yang akan digunakan kepada Direksi Teknis dengan mengirimkan contoh bahan beserta dengan sertifikat yang merupakan jaminan keaslian produk sesuai dengan spesifikasi yang disyaratkan diatas.
  2. Penyedia  jasa  memberikan  penjelasan  mengenai  metode  pelaksanaan  pekerjaan beserta peralatan yang akan dipergunakan dan jadwal pelaksanaannya.
  3. Penyedia jasa juga harus mempunyai alat pengukur ketebalan cat untuk mengukur ketebalan cat pada kondisi akhir pekerjaan/ kering.
  4. Penyedia  jasa  sebelum  melakukan  pekerjaan  harus  memberitahu  kepada  Direksi Teknis secara tertulis sekurang-kurangnya 24 jam, penyedia jasa baru diperkenankan melakukan pekerjaan setelah mendapat persetujuan dari Direksi Teknis.


Pelaksanaan Pekerjaan

a.   Pekerjaan Pembersihan Elemen Baja

Permukaan elemen baja yang akan dilakukan pengecatan, harus terlebih dahulu dibersihkan dari kotoran, debu, minyak dan sejenisnya untuk mengindari perlemahan pada ikatan bahan dengan menggunakan alat berupa sikat baja, amplas dan alat bertekanan tinggi untuk membersihkan secara tuntas semua permukaan. Pembersihan elemen baja dapat berupa:
  • Abrasive blast cleaning, Metode ini digunakan untuk pembersihan permukaan seluruh rangka baja utama jembatan dengan menggunakan material yang telah dipersyaratkan hingga mencapai standar tingkat kebersihan minimum Sa 2.5 (Swedish Institution Standards) atau setara dengan SP-10 (SSPC)
  • Handtools dan atau Powertools cleaning, Untuk  bagian-bagian  yang  tidak  dapat  dibersihkan  dengan  menggunakan  metoda Abrasive blast, maka persiapan permukaan dengan metode Handtools / Powertools cleaning dapat dilakukan hingga mencapai standar tingkat kebersihan minimum St -2 untuk   Handtools   atau   St-3   untuk   Powertools   (Swedish   Institution  Standards). Powertools juga digunakan untuk menumpulkan permukaan tepi baja dan sudutsudut yang runcing.
b.   Pencampuran Bahan Lapisan Utama

Pencampuran bahan lapis utama (primary coat) sesuai dengan standar pencampuran yang dikeluarkan pabrik pembuat. Dapat digunakan penambahan bahan pengencer yang telah ditentukan oleh pabrik pembuat. Waktu pencampuran campuran lapisan utama  antara  30  sampai  60  menit  dengan  temperatur  udara  lingkungan  sesuai ketentuan dari pabrik pembuat.

c.   Pekerjaan Pelapisan Utama

Pelapisan utama (primary coat) dilakukan diatas lapisan dasar yang berupa bahan baja. Lapisan ini terdiri dari dua tahap pada seluruh permukaan baja. Lapisan ini dikerjakan menggunakan roll dan kuas. Ketebalan lapisan ini sesuai dengan yang disyaratkan dalam spesifikasi ini atau sesuai dengan persyaratan ketebalan yang ditentukan pabrik pembuat.

d.   Curing Lapisan Utama

Curing   pada   pekerjaan   pelapisan   utama   dilakukan   dengan   cara   mendiamkan permukaan selama ±  6 – 8 jam tanpa perlu perawatan lebih lanjut. Namun jika kondisi dilapangan tidak mendesak, sebaiknya curing dilakukan dalam waktu maksimal 3 hari untuk mencapai mutu/kualitas pekerjaan secara maksimal.

e.   Pencampuran Bahan Lapisan Akhir

Permukaan elemen baja yang telah dilakukan pelapisan utama, diberikan lapisan akhir yang terlebih dahulu sesuai dengan spesifikasi yang diberikan oleh pabrik pembuat. Waktu  pencampuran  ini  antara  30  sampai  60  menit  dengan  temperatur  udara lingkungan sesuai ketentuan dari pabrik.


Pengendaian Mutu

(1) Penyimpanan Dan Perlindungan Bahan

Bahan-bahan yang sudah diterima harus disimpan ditempat yang kering dan teduh, bahan tidak boleh dibuka di lokasi penyimpanan. Bila terdapat sisa bahan hasil pekerjaan harus dibungkus dengan menggunakan plastik sehingga bahan tidak mengeras dan terjadi perubahan komposisi kimia akibat terpengaruh kondisi lingkungan.

(2) Jaminan Mutu

Mutu bahan yang dipasok, kecakapan kerja dan hasil akhir harus dipantau dan dikendalikan sebagaimana yang disyaratkan dalam Standar Rujukan yang ada.

(3) Penggantian Terhadap Pekerjaan Yang Tidak Memenuhi Ketentuan

Selama pengangkutan, penyimpanan, penanganan atau pemasangan, bahan cat yang mengalami kerusakan berat seperti berubahan warna, mengeras, kaleng yang bocor harus diganti dengan bahan cat yang baru.
Pekerjaan yang tidak memenuhi persyaratan atau spesifikasi ini, seperti pengecatan yang tidak rata dan bergelombang dan lain lain harus dibongkar dan diperbaiki kembali sesuai dengan persyaratan atau sesuai dengan persetujuan dari Direksi Teknis.

Yang perlu diperhatikan dalam pengendalian mutu hasil pelaksanaan pekerjaan adalah pemeriksaan ketebalan coating dan cat yang telah diaplikasikan. Dilakukan pengujian dengan alat sesuai dengan kondisinya yaitu dengan alat untuk pemeriksaan ketebalan cat pada saat cat sudah mengering. Pemeriksaan tersebut dimaksudkan untuk memastikan kondisi solid content cat yang diaplikasikan pada permukaan baja. Warna hasil pengecatan harus merata dan tidak ada indikasi akan timbulnya berbedaan warna untuk semua permukaan maupun lokasi yang sulit terjangkau dengan ketebalan sesuai dengan persyaratan.

NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner