ads

Informasi Penting

Untuk membantu pengembangan website ini, Beberapa file yang ada di www.kerkuse.id berbayar seperti, AHSP 2022, Analisa SDA, Analisa Bangunan Gedung, dll, untuk harga silakan konfirmasi di email: @gmail.com atau hubungi saya melaui Whatsapp 000000000 Mmohon maaf atas keitidak nyamanan ini. Sedangkan file gratis akan saya bagikan setelah perbaikan link yang mengalami perubahan, paling lama satu bulan sejak ini disampaikan. Trims

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pentrasi Macadam (Lapisan Penetrasi Macadam)

Lapisan permukaan Penetrasi Macadam atau Lapen biasanya ditempatkan pada lapis antara, atau diatas permukaan pondasi telford atau sebagai perata pada jalan bergelombang. Digunakan sebagai lapis Antara setebal 5 cm. 


Pekerjaan ini terdiri dari penyediaan lapisan perata terbuat dari agregat yang distabilisasi oleh aspal. Pekerjaan ini dilaksanakan dimana biaya untuk menggunakan campuran aspal panas tidak mencukupi dan oleh karena itu hanya digunakan pada lokasi yang terbatas seperti pekerjaan pengembalian kondisi.

Agregat pokok dan pengunci harus terdiri dari bahan yang bersih, kuat, awet, bebas dari lumpur dan benda-benda yang tidak dikehendaki dan harus memenuhi ketentuan yang diberikan dalam Tabel dibawah ini


Metode Pelaksanaan Pekerjaan Lapen:

Persiapan :
  1. Profil memanjang atau melintang harus disiapkan menurut rancangan potong-an melintang.
  2. Permukaan harus bebas dari benda-benda yang tidak diinginkan seperti debu dan bahan lepas lainnya. Lubang-lubang dan retak-retak harus diperbaiki sesuai dengan ketentuan dalam Pasal 8.1.3.(2) dan 8.1.3.(3) dari Spesifikasi ini
  3. Permukaan aspal lama harus diberikan Lapis Perekat sesuai dengan ketentuan dalam Seksi 6.1 dari Spesifikasi ini, sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.


Penghamparan Metode Mekanis

1. Penghamparan dan Pemadatan Agregat Pokok

Truk penebar agregat harus dijalankan dengan kecepatan yang sedemikian hingga kuantitas agregat adalah seperti yang disyaratkan dan diperoleh permukaan yang rata.

Pemadatan awal harus menggunakan alat pemadat 6 - 8 ton yang bergerak dengan kecepatan kurang dari 3 km/jam. Pemadatan dilakukan dalam arah memanjang, dimulai dari tepi luar hamparan dan dijalankan menuju ke sumbu jalan. Lintasan penggilasan  harus tumpang tindih (overlap) paling sedikit setengah lebar alat pemadat. Pemadatan harus dilanjutkan sampai diperoleh permukaan yang rata dan stabil (minimum 6 lintasan).

2. Penyemprotan Aspal 

Temperatur aspal dalam distributor harus dijagapada temperatur yang disyaratkan untuk jenis aspal yang digunakan. Temperatur penyem-protan dan takaran penyemprotan harus disetujui oleh Direksi Peker-jaan sebelum pelaksanaan dimulai dan harus memenuhi rentang yang disyaratkan masing-masing dalam Tabel 6.6.5.(1) dan 6.6.3.(1). Cara penggunaan harus memenuhi ketentuan dalam Pasal 6.1.4.(3). 

3. Penebaran dan Pemadatan Agregat Pengunci.

Segera setelah penyemprotan aspal, agregat pengunci harus ditebarkan pada takaran yang disyaratkan dan dengan cara yang sedemikian hingga tidak ada roda yang melintasi lokasi yang belum tertutup bahan aspal. Takaran penebaran harus sedemikian hingga, setelah pemadatan, rongga-rongga permukaan dalam agregat pokok terisi dan agregat pokok masih nampak. 

Pemadatan agregat kunci harus dimulai segera setelah penebaran agre-gat pengunci dan harus seperti yang diuraikan dalam Pasal 6.6.5.(b).(i) Bilamana diperlukan, tambahan agregat pengunci harus ditambahkan dalam jumlah kecil dan disapu perlahan-lahan di atas permukaan selama pemadatan. Pemadatan harus dilanjutkan sampai agregat pengunci tertanam dan terkunci penuh dalam lapisan di bawahnya. 


Penghamparan Metode Manual

1. Penghamparan dan Pemadatan Agregat Pokok.

Jumlah agregat yang ditebar di atas permukan yang telah disiapkan harus sebagaimana yang disyaratkan. Kerataan permukaan dapat diperoleh dengan keterampilan penebaran dan menggunakan perkakas tangan seperti penggaru.

Pemadatan harus dilaksanakan seperti yang disyaratakan untuk metode mekanis.

2. Penyemprotan Aspal 

Penyemprotan aspal dapat dikerjakan dengan menggunakan penyem-prot tangan (hand sprayer) dengan temperatur aspal yang disyaratkan. Takaran penggunaan aspal harus serata mungkin dan pada takaran penyemprotan yang disetujui. 

3. Penebaran dan Pemadatan Agregat Pengunci

Penebaran dan pemadatan agregat pengunci harus dilaksanakan dengan cara yang sama untuk agregat pokok. Takaran penebaran harus sede-mikian hingga, setelah pemadatan, rongga-rongga permukaan dalam agregat pokok terisi dan agregat pokok masih nampak. Pemadatan harus sebagaimana yang disyaratkan untuk metode mekanis.


Pemeliharaan Agregat Pengunci 

Bilamana terdapat keterlambatan antara pengerjaan lapis agregat pengunci dan lapis berikutnya, Kontraktor harus memelihara permukaan agregat pengunci dalam kondisi baik sampai lapis berikutnya dihampar. 


Pengendaian Mutu
  1. Penyimpanan untuk  setiap fraksi agregat harus terpisah untuk menghindarkan tercampurnya agregat, dan harus dijaga kebersihannya dari benda asing.
  2. Penyimpanan aspal dalam drum harus dengan cara tertentu agar supaya tidak terjadi kebocoran atau kemasukan air.
  3. Suhu pemanasan aspal harus seperti yang disyaratkan dalam Tabel 6.6.5.(1).
  4. Tebal Lapisan.Tebal padat untuk lapisan penetrasi macadam harus berada di dalam toleransi 1 cm. Pemeriksaan untuk ketebalan lapis penetrasi macadam harus seperti yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
  5. Kerataan Permukaan Sewaktu Pemadatan.
  6. Pada setiap tahap pemadatan, kerataan permukaan harus dijaga. Bahan harus ditambah pada tiap tempat di mana terdapat penurunan.
  7. Kerataan Pemadatan Agregat Pokok.
  8. Kerataan harus diukur dengan menggunakan mistar lurus yang panjangnya 3 meter. Punggung jalan yang ambles tidak melebihi dari 8 mm.
  9. Sambungan memanjang dan melintang harus diperiksa dengan cermat.


Pemakian Bahan, Alat dan tenaga

Bahan Dalam 1 m3
  • Batu pecah ukuran 3-5 B1 = 1.0345 M3
  • Batu pecah ukuran 2-3 B2 = 0.2839 M3
  • Batu pecah ukuran 1-2 B3 = 0.1290 M3
  • Aspal         B4 = 105.00 Kg
Peralatan

Mekanis.

  • Penggilas tandem 6 - 8 ton atau penggilas beroda tiga 6 - 8 ton.
  • Penggilas beroda karet 10 - 12 ton (jika diperlukan).
  • Distributor aspal atau hand sprayer sesuai dengan ketentuan da-lam Pasal 6.1.3.
  • Truk Penebar Agregat.


Manual.

  • Penyapu, sikat, karung, keranjang, kaleng aspal, sekop, gerobak dorong, dan peralatan kecil lainnya.
  • Ketel aspal.
  • Penggilas seperti cara mekanis.


Pick Up
Digunakan untuk mengangkut aspal dari base camp ke lokasi pekerjaan, Kapasitas Bak 1.0345 M3
  • Koefesien Alat        Fa = 0.72  Baik Sekali-Sedang
  • Kecepatan Isi V1 = 30 Km/jam
  • Kecepatan Kosong V2 = 40 Km/Jam
  • Sikulus Waktu :
  • Waktu isi dan bongkar T1 = 16 menit
  • Waktu tempuh isi T2 = 6 Menit
  • Waktu tempuh kosong T3 = 4.50 Menit
  • Lain-lain         T4 = 1 menit
  • Kapasitas Produksi / JamQ1 = 8.98 M3
  • Koefesien alat = 0.1114 jam

Three Whell Roller 
  • Kecepatan rata-rata alat V = 2 Km/Jam
  • Lebar efektif b = 1.60 M
  • Jumlah Lintasan n = 8 lintasan
  • Faktor efisiensi alat Fa = 0.68 Baik sekali-Buruk
  • Kapasitas produksi Q2 = 14.40 M3
  • Koefesien alat = 0.0694 Jam

Alat bantu :
  • Kayu Bakar
  • Gerobak
  • Ember Penampung
  • Pungki
  • Alat penyemprot

Tenaga :
Produksi menentukan
Kapasitas produksi 90 M’/hari = 10.13 M3
Kebutuhan tenaga :
  • Pekerja = 16 Orang
  • Tukang = 2.0 Orang
  • Mandor = 1.0 Orang
Koefesien Tenaga / M2 :
  • Pekerja = 11.0560 Jam
  • Tukang =   1.3820 Jam
  • Mandor =   0.0691 Jam




Subscribe to receive free email updates: