ads

Informasi Penting

Untuk membantu pengembangan website ini, Beberapa file yang ada di www.kerkuse.id berbayar seperti, AHSP 2022, Analisa SDA, Analisa Bangunan Gedung, dll, untuk harga silakan konfirmasi di email: @gmail.com atau hubungi saya melaui Whatsapp 000000000 Mmohon maaf atas keitidak nyamanan ini. Sedangkan file gratis akan saya bagikan setelah perbaikan link yang mengalami perubahan, paling lama satu bulan sejak ini disampaikan. Trims

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Sandsheet (Latasir Kelas B-SS-B)

Latasir Kelas B (SS-B)
Latasir atau bisa juga kita sebut dengan lapisan tipis aspal apasir biasa digunakan diatas permukaan perkerasan, bisa diatas lapis penetrasi macadam atau di atas permukaan beton.

Latasir bisa di produksi secara manual dengan kuali aspalt atau dengan memproduksinya menggunakan Asphalt Mixing Palant (AMP).

Cara pekerjaan sandsheet atau latasir juga bisa manual menggunakan penghampar tenaga kerja atau dengan alat atau finisher, tergantung volume pekerjaannya dan ijin direksi lapangan.

Digunakan sebagai lapis paling atas setebal 2 cm padat. 
Asumsi :
  • Pekerjaan dilakukan secara manual, untuk pengembalian kondisi
  • Lokasi pekerjaan, menyebar disepanjang jalan
  • Kondisi jalan, sedang-baik
  • Jam kerja efektif perhari 7 jam
  • Tebal Padat Rencana 0.02 M 

Factor kehilangan bahan :
  • Batu Fh1 1.20
  • Pasir Fh2 1.10
  • Berat Isi Agregat :
  • Padat BIP 1.82 Ton/M3
  • Lepas BIL 1.55 Ton/M3

Berat Isi Bahan Latasir         D1 = 2.22 Ton/M3
Agregat -1 (5-10 Mm dan 10-15 Mm) D2 = 1.45 Ton/M3
Agregat-2 (0-5 Mm)         D3 = 1.55 Ton/M3
Pasir halus                 D4 = 1.45 Ton/M3

Komposisi Bahan Latasir D1 =2.22 Ton/M3
Agregat -1 (5-10 Mm dan 10-15 Mm) Ag-1 = 13.97 %
Agregat-2 (0-5 Mm)         Ag-2 = 40.76 %
Pasir halus                 Ph     = 31.44 %
Semen                Sm         = 6.99 %
Aspal                As         = 6.84 %

Metode Pelaksanaan :
Agregat + Aspal di panaskan dan diaduk secara manual
Setelah permukaan disiapkan, campuran dihampar secara manual dan dipadatkan.
Pemadatan menggunakan Three Whell Roller.
Selama pemadatan sekelompok pekerja melakukan perapian, sehingga kokoh serta rata permukaannya.

Pemakian Bahan, Alat dan tenaga
Bahan Dalam 1 m3
  • Agregat -1 B1 = 0.0051 M3
  • Agregat – 2 B2 = 0.0140 M3
  • Pasir Halus B3 = 0.0116 M3
  • Filler B4 = 3.7243 Kg
  • Aspal B5 = 3.3410 Kg

Pick Up
Digunakan untuk mengangkut aspal dari base camp ke lokasi pekerjaan, Kapasitas Bak 4 Drum
  • Koefesien Alat Fa = 0.72  Baik Sekali-Sedang
  • Kecepatan Isi         V1 = 30 Km/jam
  • Kecepatan Kosong         V2 = 40 Km/Jam
  • Sikulus Waktu :
  • Waktu isi dan bongkar T1 = 16 menit
  • Waktu tempuh isi         T2 = 6 Menit
  • Waktu tempuh kosong T3 = 4.50 Menit
  • Lain-lain                 T4 = 1 menit
  • Kapasitas Produksi / Jam = 282.11 M2
  • Koefesien alat = 0.0035 jam

Tandem Roller 6-9 Ton
  • Kecepatan rata-rata alat V = 1.50 Km/Jam
  • Lebar efektif b = 1.60 M
  • Jumlah Lintasan n = 6 lintasan
  • Faktor efisiensi alat Fa = 0.68 Baik sekali-Buruk
  • Kapasitas produksi Q = 288 M2
  • Koefesien alat = 0.0035 Jam

Alat bantu :
  • Kayu Bakar
  • Gerobak
  • Pungki
  • Kuali
  • Cangkul
  • Sekop

Tenaga :
Produksi menentukan
Kapasitas produksi 50 M’/hari = 112.50 M2
Kebutuhan tenaga :
Pekerja = ....... Orang
Tukang = ....... Orang
Mandor         = ....... Orang

Tahapan Pelaksanaan :
Kondisi cuaca yang diijinkan untuk bekerja
  • Campuran hanya bisa dihampar bila permukaan yang telah disiapkan keadaan kering dan diperkirakan tidak akan turun hujan.
  • Perbaikan Pada Latasir Yang Tidak Memenuhi Ketentuan
  • Bilamana persyaratan kerataan hasil  hamparan tidak terpenuhi atau bilamana benda uji inti dari lapisan beraspal dalam satu segmen tidak memenuhi persyaratan tebal atau kepadatan sebagaimana ditetapkan dalam spesifikasi ini, maka panjang yang tidak memenuhi syarat supaya dibongkar atau dilapis kembali dengan tebal lapisan nominal minimum yang dipersyaratkan dengan jenis campuran yang sama. Panjang yang tidak memenuhi syarat ditentukan dengan benda uji tambahan sebegaimana diperintahkan oleh Direksi pekerjaan dan selebar satu hamparan.
  • Bila perbaikan telah diperintahkan maka jumlah volume yang diukur untuk pembayaran haruslah volume yang seharusnya dibayar bila pekerjaan aslinya dapat diterima. Tidak ada waktu dan atau pembayaran tambahan yang akan dilakukan untuk pekerjaan atau volume tambahan yang diperlukan untuk perbaikan.

Pengembalian Bentuk Pekerjaan Setelah Pengujian
  • Seluruh lubang uji yang dibuat dengan mengambil benda uji inti (core) atau lainnya agar segera ditutup kembali dengan bahan campuran beraspal oleh Penyedia Jasa dan dipadatkan hingga kepadatan serta kerataan permukaan sesuai dengan toleransi yang diperkenankan dalam Seksi ini.
  • Setelah selesai pekerjaan tersebut kemudian diadakan pengukuran mutual check bersama.
  • Hasil pengukuran mutual check bersama dituangkan dalam gambar dan ditanda tangani bersama.
  • Perhitungan volume dan pembayaran untuk pelaksanaan pekerjaan tersebut diatas, diperhitungkan dalam satuan M2.



Subscribe to receive free email updates: