advertise

November 08, 2018

Jenis-Jenis Pengujian Tiang Pancang Jembatan

Pekerjaan ini mencakup tiang pancang yang disediakan dan dipancang atau ditempatkan sesuai dengan Spesifikasi, dan  Tiang pancang harus diuji  untuk menentukan jumlah dan panjang tiang pancang yang akan dilaksanakan.


Pekerjaan ini mencakup jenis-jenis tiang pancang berikut ini :

  • Tiang Kayu, termasuk Cerucuk.
  • Tiang Baja Struktur
  • Tiang Pipa Baja
  • Tiang Beton Bertulang Pracetak
  • Tiang Beton Pratekan, Pracetak
  • Tiang Bor Beton Cor Langsung Di Tempat
  • Tiang Turap


Berikut Jenis-Jenis Pengujian Tiang Pancang

1. Tiang Uji (Test Pile)

Pengujian perlu dilakukan untuk mengetahui dengan pasti daya dukung dari jenis pondasi pada setiap jembatan. Kontraktor akan melengkapi dan melaksanakan tiang uji pada lokasi yang ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Semua pengujian tiang uji harus dilaksanakan dengan pengawasan Direksi Pekerjaan.

Bilamana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, tiang uji harus diuji dengan pengujian pembebanan sesuai dengan ketentuan dari Pasal 7.6.1.(3) dari Spesifikasi ini.

Setelah mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan, pemancangan tiang uji harus dilanjutkan sampai diperintahkan untuk dihentikan. Pemancangan tiang uji melampaui ke dalaman telah ditentukan diperlukan untuk menunjukkan bahwa daya dukung tiang pancang masih terus meningkat. Kontraktor selanjutnya harus melengkapi sisa tiang pancang dalam struktur yang belum diselesaikan. Dalam menentukan panjang tiang pancang, Kontraktor harus mengikuti daftar panjang tiang pancang yang diperkirakan untuk sisa panjang yang harus diselesaikan dalam struktur.

Jumlah tiang pancang yang diuji akan ditentukan oleh Direksi Pekerjaan, tetapi jumlah ini tidak kurang dari satu atau tidak lebih dari empat untuk setiap jembatan. Tiang uji dapat dilaksanakan di dalam atau di luar keliling pondasi, dan dapat menjadi bagian dari pekerjaan yang permanen.


2. Pengujian Pembebanan (Loading Test)

Percobaan pembebanan harus dilakukan dengan cara sebagai berikut :.

  1. Peralatan tersebut harus dibuat sedemikian hingga memungkinkan penambahan beban tanpa menyebabkan getaran terhadap tiang uji.
  2. Bilamana menggunakan tiang (jangkar) tarik, tiang tarik semacam ini harus dari jenis dan diameter yang sama dengan pipa yang permanen dan harus dilaksanakan di lokasi pipa permanen tersebut.
  3. Tiang dan selongsong pipa yang dinding-dindingnya tidak mempunyai kekuatan yang cukup untuk menahan beban percobaan bila dalam keadaan kosong, harus diberi penulangan yang diperlukan dan beton yang dicor sebelum dilakukan pembebanan.
  4. Beban-beban untuk pengujian pembebanan tidak boleh diberikan sampai beton memcapai kuat tekan minimum 95 % dari kuat tekan beton berumur 28 hari. Bilamana menghendaki lain, dapat menggunakan semen dengan kekuatan awal yang tinggi (high-early-strength-cement), jenis III atau IIIA untuk beton dalam tiang pengujian pembebanan dan untuk tiang tarik.
  5. Peralatn yang disetujui dan cocok untuk mengukur beban tiang dan penurunan tiang pancang dengan akurat dalam setiap peningkatan beban harus disediakan oleh Kontraktor
  6. Peralatan tersebut harus mempunyai kapasitas kerja tiga kali beban rancangan untuk tiang yang akan diuji yang ditunjukkan dalam Gambar. 
  7. Titik referensi untuk mengukur penurunan (settlement) tiang pancang harus dipindahkan dari tiang uji untuk meng-hindari semua kemungkinan gangguan yang akan terjadi. Semua penurunan tiang pancang yang dibebani harus diukur dengan peralatan yang memadai, seperti alat peng-ukur (gauges) tekanan, dan harus diperiksa dengan alat pengukur elevasi.
  8. Peningkatan lendutan akan dibaca segera setelah setiap penambahan beban diberikan dan setiap interval 15 menit setelah penambahan beban tersebut. Beban yang aman dan diijinkan adalah 50 % beban yang telah diberikan selama 48 jam secara terus menerus menyebabkan penurunan tetap (permanent settlement) tidak lebih dari 6,5 mm yang diukur pada puncak tiang. Beban pengujian harus dua kali beban rancangan yang ditunjukkan dalam Gambar.
  9. Beban pertama yang harus diberikan pada tiang percobaan adalah beban rancangan tiang pancang. Beban pada tiang pancang dinaikkan sampai mencapai dua kali beban rancangan dengan interval tiga kali penambahan beban yang sama. 
  10. Setiap penambahan beban harus dalam interval waktu minimum 2 jam, kecuali jika tidak terdapat penam- bahan penurunan kurang dari 0,12 mm dalam interval waktu 15 menit akibat penam- bahan beban sebelumnya. Bilamana kekuatan tiang uji untuk mendukung beban pengujian diragukan, penambahan beban harus dikurangi sampai 50 % masing-masing beban pengujian, sesuai dengan perintah Direksi Pekerjaan agar kurva keruntuhan yang halus dapat digambar. Beban pengujian penuh harus dipertahankan pada tiang uji dalam waktu tidak kurang dari 48 jam. Kemudian beban ditiadakan dan penurunan permanen dibaca. 
  11. Bilamana diminta oleh Direksi Pekerjaan, pembebanan diteruskan melebihi 2 kali beban rancangan dengan penambahan beban setiap kali 10 ton sampai tiang runtuh atau kapasitas peralatan pembebanan ini dilampaui. Tiang pancang dapat dianggap runtuh bila penurunan total akibat beban melebihi 2,5 cm atau penurunan permanen melebihi 6,5 mm.
  12. Setelah pengujian pembebanan selesai dilaksanakan, beban-beban yang digunakan harus disingkirkan, dan tiang pancang, termasuk tiang tarik dapat digunakan untuk struktur bilamana oleh Direksi Pekerjaan dianggap masih memenuhi ketentuan untuk digunakan. Tiang uji yang tidak dibebani harus digunakan seperti di atas. 
  13. Jika setiap tiang pancang setelah digunakan sebagai tiang uji atau tiang tarik dianggap tidak memenuhi ketentuan untuk digunakan dalam struktur, harus segera disingkirkan bilamana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, atau harus dipotong sampai di bawah permukaan tanah atau dasar pondasi telapak, mana yang dapat dilaksanakan.
  14. Jumlah dan lokasi tiang uji untuk pengujian pembebanan akan ditentukan oleh Direksi Pekerjaan. Untuk tiang dengan diameter lebih dari 600 mm jumlah ini tidak boleh kurang dari satu dan tidak lebih dari tiga untuk setiap jembatan; untuk tiang dengan diameter kurang dari dan sampai dengan 600 mm jumlah tiang tidak boleh kurang dari satu untuk setiap 30 tiang.

Kontraktor harus membuat laporan untuk setiap pengujian pembebanan. Laporan ini harus meliputi dokumen-dokumen berikut ini :
  • Denah pondasi
  • Lapisan (stratifikasi) tanah
  • Kurva kalibrasi alat pengukur tekanan
  • Gambar diameter piston dongkrak
  • Grafik pengujian dengan absis untuk beban dalam ton dan ordinat untuk penu-runan (settlement) dalam desimal mm.
  • Tabel yang menunjukkan pembacaan alat pengukur tekanan dalam atmosfir, beban dalam ton, penurunan dan penurunan rata-rata dimana semua itu merupakan fungsi dari waktu (tanggal dan jam).
Bilamana kapasitas daya dukung yang aman dari setiap tiang pancang, diketahui kurang dari beban rancangan, maka tiang pancang harus diperpanjang atau diperbanyak sesuai dengan yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner