ads

Informasi Penting

Untuk membantu pengembangan website ini, Beberapa file yang ada di www.kerkuse.id berbayar seperti, AHSP 2022, Analisa SDA, Analisa Bangunan Gedung, dll, untuk harga silakan konfirmasi di email: @gmail.com atau hubungi saya melaui Whatsapp 000000000 Mmohon maaf atas keitidak nyamanan ini. Sedangkan file gratis akan saya bagikan setelah perbaikan link yang mengalami perubahan, paling lama satu bulan sejak ini disampaikan. Trims

Cara Menghitung Kebutuhan Kerosin Pekerjaan Prime Coat dan Tack Coat

Berikut adalah cara menghitung Kebutuhan Kerosin  atau minyak tanah sebagai pengencer aspal dalam Pekerjaan Prime Coat dan Tack Coat


Prime Coat dan Tack Coat


Pekerjaan  Prime Coat dan Tack Coat ini harus mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada permukaan yang telah disiapkan  sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal berikutnya.

Lapis Resap Pegikat (Prime Coat)
Lapis Resap Pengikat harus dihampar di atas permukaan yang bukan beraspal (misalnya Lapis Pondasi Agregat)

Bahan dapat di pilih dari salah satu bahan berikut :
  1. Aspal  emulsi  reaksi  sedang  (medium setting) atau reaksi lambat (slow setting) yang memenuhi AASHTO M140 atau Pd S-01-1995-03 (AASHTO M208). Umumnya hanya aspal emulsi yang dapat menun-jukkan peresapan yang baik pada lapis pondasi tanpa pengikat yang disetujui. Aspal emulsi harus mengandung residu hasil penyulingan minyak bumi (aspal dan pelarut) tidak kurang dari 50 % dan mempu-nyai penetrasi aspal tidak kurang dari 80/100.  Aspal emulsi untuk Lapis Resap pengikat ini tidak boleh diencerkan di lapangan.
  2. Aspal semen Pen.80/100 atau Pen.60/70, memenuhi AASHTO M20, diencerkan dengan minyak tanah (kerosen). Proporsi minyak tanah yang digunakan sebagaimana diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan, setelah percobaan di atas lapis pondasi atas yang telah selesai sesuai dengan Pasal 6.1.4.(2). Kecuali diperintah lain oleh Direksi Pekerjaan, perbandingan pemakaian minyak tanah pada percobaan pertama harus dari 80 bagian minyak per 100 bagian aspal semen (80 pph kurang lebih ekivalen dengan viskositas aspal cair hasil kilang jenis MC-30).

Perhitungan Prime Coat

Pasal 6.1.4.(2). (a)
Prime Coat : 0.40 – 1.30 liter/m2 untuk Agregate “ A “
rata – rata = 0,85 liter /m2
kebutuhan = 1.00 liter /m2

Pasal 6.1.2. (1).(a).(ii)
Campuran : Aspal + Kerosin = 100 : 80 %

Campuran :
Aspal : 100 /180 x 1,00 = 55,56 % - 56.00  %
Kerosin : 80/180 x 1,00 = 44,44 % - 44.00 %


Lapis Perekat (Tack Coat)

Sedangkan Lapis Perekat harus dihampar di atas permukaan yang beraspal (seperti Lapis Penetrasi Macadam, Laston, Lataston  dll).

Bahan dapat di pilih dari salah satu bahan berikut :
  1. Aspal emulsi jenis Rapid Setting yang memenuhi ketentuan AASHTO M140 atau Pd S-01-1995-03 (AASHTO M208). Direksi Pekerjaan dapat meng-ijinkan penggunaan aspal emulsi yang diencerkan dengan perbandingan 1 bagian air bersih dan 1 bagian aspal emulsi.
  2. Aspal semen Pen.60/70 atau Pen.80/100 yang memenuhi ketentuan AASHTO M20, diencerkan dengan 25 sampai 30 bagian minyak tanah per 100 bagian aspal.

Perhitungan Tack Coat :

Pasal: 6.1.(2) .(a)
Tack Coat : 0,15 – 0.35 liter / m2 Untuk Permukaan Lama
rata – rata = 0,25 liter / m2
kebutuhan = 1.00 liter / m2

Pasal 6.1.2. (2).(b) ( 0.15 + 0.35)2=1/m2
Campuran = Aspal + Kerosin =100 : 27.50 %

Campuran :
Aspal = 100/127.5x 1,00 = 78,43 % - 78,00 %
Kerosin = 27,5/127.5x 1,00 = 21,57 % - 22,00 %

Subscribe to receive free email updates: