ads

Informasi Penting

Untuk membantu pengembangan website ini, Beberapa file yang ada di www.kerkuse.id berbayar seperti, AHSP 2022, Analisa SDA, Analisa Bangunan Gedung, dll, untuk harga silakan konfirmasi di email: @gmail.com atau hubungi saya melaui Whatsapp 000000000 Mmohon maaf atas keitidak nyamanan ini. Sedangkan file gratis akan saya bagikan setelah perbaikan link yang mengalami perubahan, paling lama satu bulan sejak ini disampaikan. Trims

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Galian Biasa

Metode Pekerjaan galian biasa dilakukan sesuai gambar kerja. Penggalian dapat dilaksanakan setelah bouwplank dengan penandaan sumbu ke sumbu selesai diperiksa dan disetujui oleh direksi.

Ilustrasi Galian Biasa
Kemudian dilakukan pembersihan lokasi dari rintangan atau halangan yang akan mengganggu, pekerjaan galian tanah.

Cara penggalian dengan menggunakan excavator atau menggunakan tenaga manusia dengan linggis dan blencong untuk daerah-daerah yang tidak dapat digali dengan Excavator. Tanah hasil galian dibuang menggunakan Dump Truck ke lokasi pembuangan yang telah ditentukan.

Berikut tahapan pelaksanaan pekerjaan galian biasa :
Persiapan
  • Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
  • Menyerahkan Gambar detail penampang melintang (Shop Drawing) kepada Direksi Pekerjaan.
  • Cek kondisi/keadaan existing terhadap kemungkinan adanya pipa-pipa air, kabel listrik, kabel telpon dll.
  • Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
  • Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
  • Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
  • Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).
  • Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas.
  • Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.

Persiapan Pekerjaan Galian.
  • Cek kondisi existing lahan/tanah yang akan digali. Pasang Patok-patok batas galian dan penggalian yang akan dilaksanakan.
  • Buatkan titik pemantauan kelongsoran dan tempatkan pada daerah yang benar-benar aman. Sehingga apabila terjadi pergerakan bidang galian dapat segera diketahui.
  • Serahkan Gambar Detil seluruh struktur sementara yang diusulkkan atau yang diperintahkan untuk digunakan, seperti penyokong (shoring), pengaku (bracing), cofferdam dan dinding penahan rembesan (cutoff wall).
  • Untuk menjaga stabilitas lereng galian dan menjaga keselamatan pekerja, maka galian yang lebih dari 5 meter harus dibuat bertangga dengan teras selebar 1 meter.
  • Semua galian terbuka harus diberi rambu peringatan dan penghalang (barikade) yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamnya.
  • Galian terbuka pada lokasi jalur lalu-lintas maupun lokasi bahu jalan, harus diberi rambu tambahan pada malam hari berupa Drum/penghalang (barikade) yang dicat putih beserta lampu merah atau kuning guna menjamin keselamatan pengguna jalan.
  • Siapkan Pompa air utk dewatering pada penggalian tanah dibawah elevasi muka air tanah.

Penggalian
  • Penggalian tanah dilaksanakan menurut kelandaian, garis dan elevasi yang ditentukan dalam Gambar atau ditunjukkan oleh Direksi Pekerjaan dan mencakup pembuangan material/bahan dalam bentuk apapun yang dijumpai, termasuk tanah, batu, batu bata, beton, pasangan batu, bahan organik dan bahan perkerasan lama yang sudah tidak dipakai lagi.
  • Penggalian tanah dilakukan dengan alat berat yaitu Excavator untuk daerah galian tanah yang dalam. Sedang untuk galian yang bersifat pemotongan tanah, lebih baik dilakukan dengan menggunakan Bulldozer atau Motor Grader. Untuk lahan/daerah yang tidak bisa dijangkau oleh alat berat (Excavator/Bulldozer/Motor Grader), lakukan penggalian secara manual.
  • Muat hasil galian ke atas Dump Truck, angkut dan buang hasil galian tersebut keluar area/lokasi kerja.
  • Dorong dan ratakan buangan hasil galian/tanah dengan Bulldozer. 
  • Lakukan penggalian dan pembuangan secara berulang, sampai batas galian dan elevasi yang sudah ditentukan. 
  • Pada permukaan galian/pemotongan harus dibersihkan dari segala bahan yang lepas yang akan menjadi berbahaya setelah pekerjaan selesai.
  • Permukaan lereng hasil galian/pemotongan agar diusahakan dalam keadaan stabil.

Pemeriksaan
  • Cek apakah hasil akhir galian sudah sesuai dengan yang direncanakan.
  • Lakukan koordinasi dengan bagian pengukuran untuk melakukan pengendalian dan perbaikan pengukuran saat proses.Pastikan dilakukan pengecekan permukaan akhir dengan alat ukur.

Cek kesesuaian
  • Seluruh permukaan hasil galian harus rata.
  • Kemiringan lereng galian/pemotongan harus sesuai dengan elevasi yang direncanakan.
  • Tidak ada material terlepas seperti batu pada permukaan hasil galian pada hasil akhirnya.

Perbaikan
  • Jika hasil galian/pemotongan belum sesuai dengan elevasi yang direncanakan, lakukan penggalian ulang sehingga elevasi hasil galian sesuai dengan rencana.
  • Jika terjadi pergerakan tanah atau kelongsoran, segera hentikan pekerjaan
  • Melakukan pencegahan kelongsoran selanjutnya dengan perbaikan turap yang ada ataupun penambahan turap yang baru. Jika ada gangguan air, maka air harus segera dikeringkan/disalurkan
  • Jangan membebani tepi galian dengan penumpukan tanah galian maupun material lainnya.

Peralatan
  • Excavator
  • Dump Truck
  • Alat Bantu
  • Alat ukur

Kesehatan dan keselamatan kerja
  • Alat pelindung diri
  • Rambu peringatan
  • dll
Tenaga Kerja
  • Pengawas lapangan
  • Juru Ukur
  • operator
  • Lalulintas

Subscribe to receive free email updates: