ads

Informasi Penting

Untuk membantu pengembangan website ini, Beberapa file yang ada di www.kerkuse.id berbayar seperti, AHSP 2022, Analisa SDA, Analisa Bangunan Gedung, dll, untuk harga silakan konfirmasi di email: @gmail.com atau hubungi saya melaui Whatsapp 000000000 Mmohon maaf atas keitidak nyamanan ini. Sedangkan file gratis akan saya bagikan setelah perbaikan link yang mengalami perubahan, paling lama satu bulan sejak ini disampaikan. Trims

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat)

Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat), mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal permukaan yang telah disiapkan.
Ilustrasi Proses Pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat)


Lapis Perekat (Tack Coat), di hampar diatas permukaan berbahan pengikat seperti lapisan Penetrasi Macadam, Laston, Lataston, dll). Berikut tahapan-tahapan pekerjaan Lapis Perekat (Tack Coat) :

Persiapan

  1. Pastikan untuk pelaksanaan Tack Coat (Lapis Perekat), pengaspalan telah disetujui (lapis perkerasan).
  2. Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
  3. Cek ulang ketersediaan material, pastikan tidak ada perubahan 
  4. Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
  5. Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
  6. Pastikan bangunan milik masyarakat dan umum dilindungi dari efek penyemprotan aspal.
  7. Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
  8. Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).
  9. Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas.
  10. Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.



Penyiapan Formasi Pekerjaan

  1. Cek kerusakan bagian yang akan menjadi dasar penghamparan telah diperbaiki.
  2. Pastikan permukaan bersih dan bebas dari material lepas.

Penyemprotan

  1. Pastikan suhu memenuhi syarat untuk penyemprotan
  2. Pastikan penyemprotan merata, jika menggunakan Sprayer diperlukan tenaga operator yang terampil.
  3. Pastikan dan amati apakah penyemprotan merata dengan melakukan uji coba kemampuan tenaga operator.
  4. Penyemprotan harus dihetikan jika ada ketidak sempurnaan, lakukan perbaikan pada alat peyemprot.
  5. Pastikan penyemprotan dimulai 5,0 m sebelum areal penyemprot an agar aplikasi konstan.
  6. Batasi pemakaian bahan pada tangki, tidak kurang dari 10% volume yang tersisa pada tangki

Pengukuran

  1. Lakukan pengukuran sisa bahan yang disemprotkan, setiap kali telah melakukan penyemprotan, dengan tongkat celup.
  2. Lakukan pengukuran dengan menggunakan 3 kertas resap diletak kan dengan jarak sama, pada areal penyemprotan sepanjang 200 m, pada lokasi dengan letak≥ 10 m dari awal, dan > 0,50 m dari tepi.
  3. Timbang berat terhampar pada kertas resap.

Pemeriksaan

  1. Cek hasil penyemprotan apakah merata?
  2. Periksa tempat tempat yang mengidentifikasikan adanya genangan aspal berlebih.
  3. Amati bagian tepi, apakah ada bagian yang menunjukkan kekurangan penebaran.

Cek kesesuaian

  1. Penyemprotan merata?
  2. Jumlah berat terhampar permeter persegi sesuai?.
  3. Ada tempat-tempat yang mengindikasikan genangan aspal?
  4. Jika ada indikasi terjadinya kekurangan maka lakukan langkah verifikasi.  

Perbaikan

  1. Lakukan penyemprotan tambahan pada bagian yang menunjukkan kurangnya aplikasi penebaran.
  2. Jika hasil penyemrotan menunjukkan kekurangan material yang disemprotkan, lakukan penyemprotan ulang dengan tambahan yang memadai.

Peralatan

  • Aspla distributor
  • Aspal sparyer
  • Compressor
  • Alat bantu lainnya
Kesehatan dan Keselamatan Kerja

  • Alat pelindung diri
  • Rambu Lalulintas
Tenaga kerja

  • Pengawas lapangan
  • Pekerja Aspal
  • Operator/Supir

Subscribe to receive free email updates: