advertise

September 08, 2017

Metode Pelaksanaan Perletakan Elastomerik Alam Pada Jembatan

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Perletakan Elastomerik Alam atau Bantalan Jembatan

Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads adalah salah satu dari jenis tumpuan jembatan (bearing bridge ) yang sangat simple,ekonomis dan mudah instalasinya ( pemasangannya ) dibandingkan dari berbagai Jenis Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads lainnya.
Letak Pemasangan Elastomerik Alam Pada Jembatan
Produk Elastomerik Alam
Jenis tumpuan ( bearing ) ini paling banyak digunakan pada konstruksi jembatan dibandingkan jenis lainnya. Sedangkan Fungsi Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads hampir sama dengan jenis tumpuan yang lainnya.

Desain yang simple, ekonomis, tidak korosi,mudah di instalasi dan perawatannya yang mudah/murah menjadi pertimbangan tersendiri untuk pemilihan jenis tumpuan ini. Di Indonesia jenis tumpuan ini sudah sangat dikenal oleh para konsultan maupun kontraktor jembatan. Departemen Pekerjaan Umum bekerja sama dengan BSN telah mengatur SNI Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads dengan dikeluarkannya SNI 3967 : 2008 yang mengatur Spesifikasi bantalan elastomer tipe polos dan tipe berlapis untuk perletakan jembatan. SNI ini mengadopsi dari Standard International : AASHTO M 251-06, Standard spesicifcation for plain and laminated elastomeric bridge bearings

Elastomeric yang akan dipasang harus dilakukan pengujian oleh laboratorium independent baik pengujian secara kekanis maupun pengujian bahan dan memenuhi ketentuan yang tercantum dalam SNI 3967-2008 dengan ketentuan jumlah benda uji.

Ada 2 Type Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads :
1. Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads type polos
2. Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads type berlapis

Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads type polos :
Merupakan Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads yang dibuat dari material ( Bahan Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads ) karet alam ( natural rubber ) maupun Karet Sintetis ( seperti Neoprene) tanpa di insert /disisipkan lembaran pelat baja tipis ( biasanya tebal 3 mm ) didalamnya. Tumpuan jenis ini biasanya dipakai pada jembatan dengan tingkat pembebanan rendah.

Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads type berlapis :
Merupakan Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads yang dibuat dari bahan ( Bahan Karet Bantalan Jembatan atau Elastomeric Bearing Pads ) karet alam ( natural rubber ) maupun Karet Sintetis ( seperti Neoprene) yang didalamnya di insert /disisipkan lembaran pelat baja tipis ( biasanya tebal 3 mm). Tumpuan jenis ini biasanya dipakai pada jembatan dengan tingkat pembebanan yang lebih tinggi. Adanya lembaran-lembaran pelat baja tipis ( minimal 3 lembar ) yang ada didalamnya dapat mencegah terjadinya penggembungan ( bulging ).

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Perletakan Elastomerik Alam tersebut sebagai berikut :

  1. Perletakan harus ditandai dengan jelas tentang jenis dan tempat pemasangan pada saat tiba ditempat kerja. Alat – alat pengamanan yang cocok harus disediakan sebagaimana diperlukan. Alat – alat penjepit sementara harus digunakan untuk menjaga orientasi bagian-bagian dengan tepat.
  2. Peralatan yang digunakan adalah : Concrate Mixer dan alat bantu

Landasan Perletakan
Pemilihan bahan landasan harus berdasarkan cara pemasangan perletakan, ukuran celah yang akan diisi, kekuatan yang diperlukan dan waktu pengerasan (setting time) yang diperlukan. Dalam pemilihan bahan landasan, maka faktor-faktor berikut harus diper-timbangkan : jenis perletakan; ukuran peletakan; pembebanan pada perletakan; urutan dan waktu pelaksanaan; pembebanan dini; ketentuan geser (friction); pengaturan dowel; ruangan untuk mencapai perletakan; tebal bahan yang diperlukan; rancangan dan kondisi permukaan pada lokasi perletakan; penyusutan bahan landasan.

Komposisi dan kelecakan (workability) bahan landasan harus dirancang berdasarkan pengujian dengan mempertimbangkan faktor-faktor di atas. Dalam beberapa hal, mung-kin perlu melakukan percobaan untuk memastikan bahan yang paling cocok. Bahan yang umum digunakan adalah adukan semen atau resin kimiawi, adukan encer (grout) dan kemasan kering. Penggunaan bahan seperti timbal, yang cenderung meleleh di bawah tekanan beban, meninggalkan bintik-bintik besar, harus dihindarkan.

Untuk menjamin agar pembebanan yang merata pada perletakan dan struktur penyangga, maka perlu digarisbawahi bahwa adalah setiap bahan landasan, baik di atas maupun di bawah perletakan, harus diperluas ke seluruh daerah perletakan.

Penyetelan Perletakan 
Perletakan elastomer dapat diletakkan langsung pada beton, asalkan berada dalam tole-ransi yang disyaratkan untuk kedataran dan kerataan. Sebagai alternatif, perletakan tersebut harus diletakkan pada suatu lapisan bahan landasan

Perletakan yang menunjang lantai beton cor langsung di tempat
Bilamana perletakan dipasang sebelum pengecoran langsung lantai beton, maka acuan sekitar perletakan harus ditutup dengan rapi untuk mencegah kebocoran adukan encer. Perletakan, terutama permukaan bidang kontak, harus dilindungi sepenuhnya selama operasi pengecoran. Pelat geser harus ditunjang sepenuhnya dan perhatian khusus  harus diberikan untuk mencegah pergeseran, pemindahan atau distorsi perletakan akibat beban beton yang masih basah di atas perletakan. Setiap adukan semen yang mengotori per-letakan harus dibuang sampai bersih sebelum mengeras.

Perletakan Yang Menyangga Unit-unit Beton Pracetak atau Baja
Suatu lapisan tipis adukan resin sistesis harus ditempatkan antara perletakan dan balok. Sebagai alternatif, perletakan dengan pelat perletakan sisi luar dapat dibaut pada pelat jangkar, pada soket yang tertanam dalam elemen pracetak, atau pada pelat tunggal yang dibuat dengan mesin di atas elemen baja.



NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
NEXT ARTICLE Next Post
PREVIOUS ARTICLE Previous Post
 

Delivered by FeedBurner