September 12, 2018

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Lapis Resap Pengikat (Prime Coat)

Lapis Resap Pengikat (Prime Coat), dihampar diatas permukaan pondasi tanpa bahan pengikat aspal.
Ilustrasi Proses Pekerjaan Prime Coat

Pekerjaan ini mencakup penyediaan dan penghamparan bahan aspal pada permukaan yang telah disiapkan sebelumnya untuk pemasangan lapisan beraspal berikutnya. Berikut tahapan-tahapan pekerjaan lapis resap pengikat (prime coat) :
Persiapan
  1. Cek ulang Permintaan (Request) Pekerjaan & data pendukungnya.
  2. Cek ulang ketersediaan material, pastikan tidak ada perubahan 
  3. Cek dan amati ulang kesiapan alat, pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
  4. Cek ulang kesiapan tenaga kerja, jumlah dan kualifikasinya pastikan tidak ada perubahan dari kesiapan yang telah dilakukan.
  5. Pastikan bangunan milik masyarakat dan umum dilindungi dari efek penyemprotan aspal.
  6. Pastikan ada penanggung jawab dari penyedia jasa untuk mengatasi kondisi khusus.
  7. Pastikan ada pengendalian Keselamatan dan Kecelakaan Kerja (K3).
  8. Pastikan ada kesiapan pengendalian lalu-lintas.
  9. Pastikan ada kesiapan penanganan lingkungan.
  10. Komposisi Campuran Kerosine dan Aspal sesuai Spesifikasi (80 – 85 pph) 80 bagian Kerosine dan 100 bagian Aspal.
Penyiapan Formasi Pekerjaan
  1. Cek kerusakan bagian yang akan menjadi dasar penghamparan telah diperbaiki (jika diatas bahu atau LPA-A) 
  2. Pastikan permukaan bersih dan bebas dari material lepas
  3. Permukaan harus memperlihatkan mozaik agregat kasar dan halus, 
  4. Pastikan areal pembersihan  lebih 20 cm dari batas bidang yang akan disemprot.
Penyemprotan
  1. Pastikan suhu memenuhi syarat untuk penyemprotan.
  2. Pastikan penyemprotan merata, jika menggunakan distributor bidang yang disemprot mendapat suplai dari tiga nosel.
  3. Pastikan dan amati apakah aspal distributor berjalan konstan.
  4. Bila dilaksanakan perlajur maka sisinya overlap selebar 20 cm, untuk mendapatkan aplikasi penyemprotan setara 3 nosel
  5. Penyemprotan harus dihentikan jika ada ketidak sempurnaan, lakukan perbaikan pada alat penyemprot.
  6. Pastikan penyemprotan dimulai 5,0 m sebelum areal penyemprot an agar aplikasi konstan.
  7. Batasi pemakaian bahan pada tangki, tidak kurang dari 10% volume yang tersisa pada tangki
Pengukuran
  1. Lakukan pengukuran sisa bahan yang disemprotkan, setiap kali telah melakukan penyemprotan, dengan tongkat celup.
  2. Lakukan pengukuran dengan menggunakan 3 kertas resap diletak kan dengan jarak sama, pada areal penyemprotan sepanjang 200 m, pada lokasi dengan letak≥ 10 m dari awal, dan > 0,50 m dari tepi.
  3. Timbang berat terhampar pada kertas resap.
Pemeriksaan
  1. Cek hasil penyemprotan apakah merata?
  2. Periksa tempat tempat yang mengidentifikasikan adanya genangan aspal berlebih.
  3. Amati bagian tepi, apakah ada bagian
  4. yang menunjukkan kekurangan penebaran.
Cek kesesuaian
  1. Penyemprotan merata?
  2. Jumlah berat terhampar permeter persegi sesuai?.
  3. Ada tempat-tempat yang mengindikasikan genangan aspal?
  4. Jika ada indikasi terjadinya kekurangan maka lakukan langkah verifikasi .
  5. Jika semua sesuai lakukan langkah verifikasi .
Perbaikan
  1. Lakukan penyemprotan tambahan pada bagian yang menunjukkan kurangnya aplikasi penebaran.
  2. Jika hasil penyemprotan menunjukkan kekurangan material yang disemprotkan, lakukan penyemprotan ulang dengan tambahan yang memadai.
  3. Jika ada indikasi kelebihan penebaran aspal, maka lakukan sand blotter setelah 4(empat) jam peresapan.
Pemeliharaan
Pastikan  lokasi pekerjaan dijaga dari penggunaan oleh lalu lintas sebelum batas waktu pembukaan.
Jika ada penggunaan untuk lalu-lintas maka, penebaran sand blotter harus dilakukan.

Peralatan
  • Aspla distributor
  • Aspal sparyer
  • Compressor
  • Alat bantu lainnya
Kesehatan dan Keselamatan Kerja
  • Alat pelindung diri
  • Rambu Lalulintas
Tenaga kerja
  • Pengawas lapangan
  • Pekerja Aspal
  • Operator/Supir


Popular Posts