Semua Informasi tentang dunia Kontraktor, Teknologi dan Internet

February 18, 2017

Tempat Rental Alat Berat di Pontianak


Dalam menunjang kegiatan proyek anda, tentu alat berat memegang peranan penting  dalam usaha mengejar progres, keberadaan alat berat menjadi suatu kebutuhan yang tidak terlepaskan setiap kegiatan proyek, baik milik sendiri maupun rental atau sewa kepada perusahaan yang biasa merentalkan alat berat. 
Alat-alat berat

Ada bermacam-macam alat yang dapat kita retal seperti :
1. Excavator
2. Buildozer
3. Motor Grader
4. Loader
5. Vibrator Roller
6. Tandem Roller
7. Finisher
8. Tire Roller
9. Dump Truck
10. dan banyak lagi yang lainnya

Biasanya dalam perjanjian sewa menyewa sering dijumpai adalah sewa alat menggunakan jam alat atau HM (hour machine) alat, dengan minimal HM alat yang dipakai selama sebulan adalah 200 HM. jika penggunaan oleh yang merental kurang dari 200 HM, sewa lat tersebut tetap akan dihitung 200 HM.

ok berikut tempat-tempat yang kami rekomendasikan untuk anda jika ingin melakukan sewa alat berat :

Tempat Rental alat yang Pertama Meta Estitika Graha


Alamat : Jalan Arteri Supadio Km. 13 Pontianak, Kalimantan Barat. 
Tlp.     : 0561-740287
@mail : meta_estgraha@yahoo.com


Tempat Rental alat yang Kedua Bhakti Karya Mandiri

Alamat : Jl. Dewi Sartika No.168, Benua Melayu Darat, Pontianak Sel., Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78121
Telepon: (0561) 730616


Tempat Rental alat yang Ketiga Jagaaman Sarana













Alamat: Komplek Flamboyan Blok C/9, Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat 78121
Telepon: (0561) 730299
Provinsi: Kalimantan Barat


Tempat Rental Alat Berat yang Keempat Trakindo













Alamat: Jl. Adi Sucipto, Bangka Belitung Laut, Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78242
Telepon: (0561) 732152


February 17, 2017

Reseller Mesin Pemecah Batu (Stone Crusher) Kapasitas 70-90 TPH Kalimantan Barat


Pada Kesempatan ini Kami ingin menawarkan kepada Kontraktor-kontraktor lokal yang berkeinginan membeli mesin pemecah batu (stone Crusher) dengan speksifikasi sebagai berikut :
Speksifikasi Stone Crusher 70-90 TPH
Harga : 3.520.000.000,- (Tiga Milyar Lima Ratus Duapuluh Juta Rupiah)

Bagi Kontraktor lokal di wilayah Kalimantan Barat yang berminat silakan menghubungi kami :
Hp.      : 082299279279
@mail : 99brens@gmail.com
Rincian :

  • Harga  Stone  Crusher  Plant  diatas  belum  termasuk  : ,  Kabel  Induk  ,Pondasi  , &Mobilisasi 
  • UnitHarga  tidak  mengikat,  sewaktu-waktu  dapat  berubah  tanpa  pemberitahuan sebelumnya
  • Harga loko Cikarang & belum termasuk PPN 10%Surat Penawaran berlaku ± 2 minggu
  • Rate  dollar  adalah  rate  dollar  per  hari  ini,  apabila  ada  perubahan  secara  signifikan akan disesuaikan lagi
  • Indent 2  bulan
  • Cara Pembayaran : 40 % Pembayaran I  dan Pelunasaan 60 % (sebelum  barang  di mobilisasi).

Reseller Mesin Pemecah Batu (Stone Crusher) Kapasitas 40-60 TPH Kalimantan Barat


Pada Kesempatan ini Kami ingin menawarkan kepada Kontraktor-kontraktor lokal yang berkeinginan membeli mesin pemecah batu (stone Crusher) dengan speksifikasi sebagai berikut :
Speksifikasi Stone Crusher 40-60 TPH
Harga : 1.980.000.000,- (Satu Milyar Sembilan Ratus Delapan Puluh Juta Rupiah)

Bagi Kontraktor lokal di wilayah Kalimantan Barat yang berminat silakan menghubungi kami :
Hp.      : 082299279279
@mail : 99brens@gmail.com

Rincian :

  • Harga  Stone  Crusher  Plant  diatas  belum  termasuk  : ,  Kabel  Induk  ,Pondasi  , &Mobilisasi Unit
  • Harga  tidak  mengikat,  sewaktu-waktu  dapat  berubah  tanpa  pemberitahuan sebelumnya
  • Harga loko Cikarang & belum termasuk PPN 10%
  • Surat Penawaran berlaku ± 2 minggu
  • Rate  dollar  adalah  rate  dollar  per  hari  ini,  apabila  ada  perubahan  secara  signifikan akan disesuaikan lagi
  • Indent 2  bulan
  • Cara Pembayaran : 40 % Pembayaran I  dan Pelunasaan 60 % (sebelum  barang  di mobilisasi.


.

February 12, 2017

Uraian Tugas Personil Penyedia Jasa Konstruksi


Kebutuhan personil utama dan kebutuhan personil pendukung lapangan wajib dipenuhi oleh penyedia jasa, agar Quantity, Quality  dan metode kerja dapat tercapai sesuai dengan jadwal dan waktu pelaksanaan yang telah disepakati.

Personil Proyek
Berikut adalah personil utama yang biasanya wajib dipenuhi oleh penyedia jasa ketika memenangi suatu tender proyek.

1. General Superintendent (GS)
Tugas :
  • Memimpin dan mengendalikan kegiatan proyek agar efisien dan efektif mencapai hasil optimal dari segi kualitas dan pencapaian laba
  • Memahami seluruh aspek teknik pekerjaan dan berperan aktif membina sumber daya sesuai dengan kebutuhan proyek
  • Membina keamanan dan menciptakan ketenangan kerja di lingkungan proyek dan masyarakat sekitarnya
  • Menganalisa kebutuhan material, tenaga kerja, peralatan dan overhead, serta menyusun jadwal kebutuhannya
  • Membuat Rencana Mutu Kontrak
Tanggungjawab :
  • Bertanggungjawab atas kelancaran kegiatan proyek sejak masa persiapan hingga penyerahan 
  • Bertanggungjawab atas pelaksanaan tertib administrasi internal, data material, data peralatan, data keuangan termasuk penagihan dan data pendukungnya
  • Bertanggungjawab atas pengendalian mutu hasil pekerjaan di proyek
Wewenang :
  • Memutuskan strategi pelaksanaan proyek yang berkaitan dengan pengendalian mutu proyek
  • Menyetujui pengeluaran-pengeluaran langsung yang diperlukan kegiatan Proyek.
2. Site Manager
Tugas dan Tanggungjawab:
  • Mengkoordinir pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan rencana / jadwal kerja.
  • Membuat rencana kegiatan harian proyek.
  • Memonitoring laporan kegiatan yang dibuat oleh staff proyek.
  • Mengkoordinir permintaan material, BBM, alat, personil untuk kegiatan harian proyek.
  • Memeriksa dan mengevaluasi hasil kegiatan harian proyek.
Wewenang:
  • Mengajukan permintaan alat, personil dan material untuk kegiatan harian proyek.
  • Mengatur, menentukan aktivitas kegiatan harian proyek agar terlaksana sesuai rencana kerja.
  • Memberi instruksi, teguran terhadap staff lapangan proyek.
3. Quality Control Manager
Tugas dan Tanggungjawab:
  • Memastikan operasional proyek berjalan dengan menggunakan standar yang sudah baku, serta diakui secara nasional maupun internasional.
  • Memberikan saran dan masukan teknis dan non teknis tentang proses operasional proyek.
  • Mengontrol proses operasional proyek agar berjalan sesuai degnan aturan dan tidak melanggar rambu-rambu yang sudah disepakati.
  • Menyiapkan / men-support dokumen administrasi dan pendukung berupa : Berita Acara layak pakai, Berita Acara Penerimaan Barang, Surat Pengiriman Barang / DO, Berita Acara Installasi, Invoice/tagihan, dll) yang menyangkut operasional proyek selama pekerjaan berjalan.
  • Melakukan monitoring terhadap kemajuan proyek.
  • Melakukan proses penagihan.
  • Dibantu team teknis membuat laporan kemajuan pekerjaan.
  • Membantu Proyek Manager dan para Koordinator dalam menyiapkan perangkat monitoring pekerjaan, pelaporan, Berita Acara dan lain lain.
4. Higway Engineer
Tugas dan Tanggungjawab:
  • Mengendalikan semua personil yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan setiap hari terutama dalam pengumpulan data lapangan
  • Memperkirakan kuantitas dan kualitas material dari sumber material/quary
  • Melaksanakan test harian bersama dengan pengawas
  • Membuat, mengumpulkan data hasil pengetesan quality control
  • Membuat back up data quality untuk pembayaran (MC)
  • Memastikan JMF yang digunakan sesuai dengan speksifikasi.
Wewenang :
  • Menentukan sumber material/quary yang akan digunakan
  • Melaporkan hasil pengetesan quality
5. Administrasi dan Keuangan
Tugas dan Tanggungjawab:
  • Membuat permintaan dana untuk setiap periode yang ditentukan.
  • Membuat laporan penerimaan dan pengeluaran kas proyek setiap periode yang ditentukan.
  • Menyiapkan, meminta bukti pembayaran.
Wewenang :
  • Mengambil dan mengeluarkan dana untuk keperluan proyek sesuai persetujuan.
  • Mengajukan laporan kas.
6. Quality Engineer
Tugas dan Tanggungjawab:
  • Mempelajari persyaratan mutu dari setiap item pekerjaan yang memerlukan quality control.
  • Melakukan test material.
  • Melaksanakan tes harian bersama dengan Direksi Lapangan dan Konsultan.
  • Membuat, mengumpulkan data hasil pengetesan quality control.
  • Membuat back up data quality untuk pembayaran (Termyn / MC).
  • Memastikan JMF yang digunakan sesuai dengan Spesifikasi.
Wewenang :
  • Mengajukan request untuk pengetesan
  • Melaporkan hasil pengetesan material proyek.
7. Pelaksana Lapangan
Tugas dan Tanggungjawab:
  • Melaksanakan instruksi / program kerja yang bersifat teknis & bertanggung jawab mengawasi dan mengatur kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang sedang dilaksanakan agar sesuai dengan yang telah ditetapkan
  • Melaporkan kepada Site Manager apabila terjadi kesalahan atau kejanggalan dalam pelaksanaan pekerjaan di lapangan
  • Melaporkan hasil kerja harian, mingguan maupun bulanan
Wewenang :
  • Mengajukan kepada Site Manager permintaan pemakaian bahan, peralatan, personel dan biaya penunjang untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan
8. Surveyor
Tugas, tanggung jawab dan wewenang :
  • Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaan wajib menerapkan dan menjalankan Sistim Manajemen Mutu (SMM) dan K3 sesuai dengan sistim yang berlaku dilingkungan perusahaan.
  • Melakukan pekerjaan Survey (Pengukuran), Rekayasa lapangan dan Pengawasan Lapangan terhadap kegiatan pelaksanaan di lapangan.
  • Membantu dan bertanggung jawab kepada  Site Manager (SM) dan atau General Superintendent   (GS) terhadap hal-hal sebagai berikut :
  1. Melakukan  pengukuran/opname setiap hari/waktu tertentu atas hasil item pekerjaan dilapangan untuk seluruh item pekerjaan serta membuat data pendukung atas pekerjaan pengukuran/opname tersebut. Hasil-hasil opname dituangkan dalan Back Up Data untuk kemudian ditanda tangani oleh 3 (tiga) Pihak  yaitu Pihak Proyek, Konsultan dan Kontraktor.
  2. Mengisi buku harian standard setiap hari atas pekerjaan yang dilakukan pada hari itu, Request, Shap Drawing
  3. Melakukan pengawasan dan memonitor secara terus-menerus terhadap pelaksanaan pekerjaan di lokasi proyek yang sedang dikerjakan agar pekerjaan tersebut tepat sasaran dalam pencapaian target perkerjaan dari segi mutu, volume dan waktu.
  4. Melakukan pengawasan dan memonitor secara terus-menerus terhadap Absensi Tenaga Kerja Harian dengan cermat setiap hari yang terkait pekerjaan tersebut.
  5.  Semua hasil pengawasan harus dilaporkan kepada SM dan atau GS pada hari itu juga.
  6. Menyusun Shoop Drawing dan As Built Drawing (ABD) bersama sama dengan Quantity Engineer
9. Logistik
Tugas, tanggung jawab dan wewenang:
  • Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab pekerjaan wajib menerapkan sistim yang berlaku dilingkungan perusahaan.
  • Melakukan pekerjaan pencatatan, analisa kebutuhan logistik
  • Membantu dan bertanggung jawab kepada  Site Manager (SM) dan atau General Superintendent   (GS) terhadap hal-hal sebagai berikut :
  1. Melakukan  pengukuran/opname setiap hari/waktu tertentu atas hasil item pekerjaan dilapangan untuk seluruh item pekerjaan serta membuat data pendukung atas pekerjaan pengukuran/opname tersebut.
  2. Hasil-hasil opname dituangkan dalan Back Up Data untuk kemudian ditanda tangani oleh 3 (tiga) Pihak  yaitu Pihak Proyek, Konsultan dan Kontraktor.
  3. Mengisi buku harian standard setiap hari atas pekerjaan yang dilakukan pada hari itu, Request, Shap Drawing
  4. Melakukan pengawasan dan memonitor secara terus-menerus terhadap pelaksanaan pekerjaan di lokasi proyek yang sedang dikerjakan agar pekerjaan tersebut tepat sasaran dalam pencapaian target perkerjaan dari segi mutu, volume dan waktu.
  5. Melakukan pengawasan dan memonitor secara terus-menerus terhadap Absensi Tenaga Kerja Harian dengan cermat setiap hari yang terkait pekerjaan tersebut.
  6. Semua hasil pengawasan harus dilaporkan kepada SM dan atau GS pada hari itu juga.
  7. Menyusun Shoop Drawing dan As Built Drawing (ABD) bersama sama dengan Quantity Engineer
10. Safety Engineer
Tugas, tanggung jawab dan wewenang :
  • Memberikan pengarahan dan penjelasan tentang Keselamatan Kerja serta alur kerja.
  • Melakukan pengawasan terhadap sarana dan prasarana Alat Pelindung Diri dan pemakaiannya disetiap kegiatan di lapangan/base camp.
  • Mengidentifikasi bahaya dan melakukan penilaian resiko serta menerapkan langkah-langkah pengendalian yang perlu. Identifikasi bahaya dan penilaian resiko telah mempertimbangkan kegiatan rutin dan non rutin, kegiatan semua personil yang memiliki akses ke tempat kerja (termasuk subkontraktor dan pengunjung) dan fasilitas di tempat kerja
  • Bertanggung jawab untuk melakukan koordinasi kegiatan-kegiatan K3 dan peningkatan kesadaran dari setiap personil organisasi terhadap aspek-aspek K3
  • Bertanggung jawab untuk memasatikan sistem manajemen K3 dan persyaratan standar dilaksanakan dan dipelihara, serta melaporkan kinerja sistem manajemen K3 kepada manajemen puncak untuk dikaji dan sebagai dasar untuk peningkatan sistem
  • Sebagai penghubung dengan pihak luar dalam masalah yang berkaitan dengan sistem manajemen K3
  • Berwenang untuk mewakili Top Manajemen dalam berhubungan dengan pihak luar yang berkaitan dengan Sistem Manajemen K3.

February 9, 2017

Tata Cara Pengaturan Pelaksanaan Pekerjaan Kontraktor


Sebelum melaksanakan kegiatan lapangan, kontraktor wajib menyerahkan pengaturan pelaksanaan lapangan yang tertuang dalam dokumen Pre Construktion Meeting (PCM). Hal-hal yang harus disepakati dan disetujui oleh pemberi jasa diantaranya sebagai berikut :

Kegiatan Galian Badan Jalan
Metode Kerja

(Menerapkan manajemen kerja yang effektif, effesien yang terencana sesuai dengan standard mutu dan Speksifikasi tenis).

Metode Pelaksanaan

(Cara kerja yang layak, realistik dan dapat dilaksanakan untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai jadwal dan Spesifikasi teknis dengan tahapan pelaksanaan yang sistimatis berdasarkan sumber daya yang dimiliki).

Prosedur Kerja
  1. Sebelum mulai pelaksanaan setiap pekerjaan, Penyedia Jasa harus mengajukan request dilampiri gambar kerja (shop drawing), hasil uji material, dan persyaratan – persyaratan lain (misalnya pemenuhan keamanan kerja).
  2. Format request for approval yang disepakati terlampir diajukan paling lambat 1 x 24 jam sebelum rencana pekerjaan dilaksanakan dengan ditanda tangani oleh Site Manager, persetujuan dari Direksi Teknis dan ditandatangani oleh Koordinator Pengawas Lapangan, dan seterusnya.   
  3. Sebelum memberikan persetujuan Direksi Teknis dengan dimonitor P.O / P.L wajib mengisi Daftar Simak.
  4. Shop drawing berukuran A3, harus ditanda tangani oleh PPK dan persetujuan P2JJ, dan seterusnya.
  5. Pekerjaan yang dilaksanakan tanpa disertai request bisa tidak diterima Direksi kecuali Direksi mempertimbangkan menerima dengan kewajiban Kontraktor melakukan uji yang diminta Direksi.

Uji Material dan Produk :
  1. Pengambilan sampel (contoh benda uji) dan pengiriman ke Laboratorium baik untuk material maupun produk dilakukan bersama-sama dari ketiga pihak.
  2. Pengambilan sampel ditentukan sebagai berikut :

  • Pemeriksaan Hasil Uji Pekerjaan sebelumnya
  • Pemeriksaaan Status Bahan Mentah/dasar
  • Pemeriksaaan Status Bahan Olahan dan Pemeriksaan Status Bahan Jadi  di antaranya:Hasil uji dari Laboratorium 1 exemplar asli harus dikirim ke Direksi Pekerjaan. Hasil uji material yang tidak memenuhi syarat dalam Spek langsung diambil tindakan dengan penolakan oleh Direksi Teknis, untuk hasil uji produk yang tidak memenuhi persyaratan, Penyedia Jasa Konstruksi bisa mengajukan metoda uji lain yang bisa disetujui Direksi.
Asuransi dan BPJS:
  1. Penyedia Jasa harus menyerahkan copy program asuransi yang telah diikuti Penyedia Jasa Konstruksi kepada PPK.
  2. Bila dirasa pertanggungjawaban asuransi / nilai manfaat yang diperoleh tidak sesuai dengan ketentuan Dokumen Kontrak maka PPK bisa meminta Penyedia Jasa untuk merubah isi asuransi terutama yang menyangkut perluasan pertanggungan sesuai keperluan yang diatur dalam kontrak, atau langsung menolak asuransi yang diajukan Penyedia Jasa Konstruksi tersebut.
  3. Bila Penyedia Jasa Konstruksi tidak melaksanakan program asuransi atau tidak merubah asuransi sesuai permintaan sampai batas waktu yang ditetapkan, maka PPK bisa mengurus program asuransi tersebut dengan beban biaya dari Penyedia Jasa Konstruksi.

.Sertifikat Bulanan (MC)
  1. Sertifikat bulanan dibuat berdasarkan  progres sampai tanggal 25 tiap bulan.
  2. Format sertifikat bulanan, back up MC dan back up sheet seperti contoh terlampir.
  3. MC dari Penyedia Jasa Konstruksi harus diterima PPK paling lambat tanggal 25 akhir bulan Apabila batas waktu tersebut terlambat tanpa alasan yang bisa diterima, PPK berhak menunggakkan pembayaran progres bulan tersebut sampai dengan bulan berikutnya.

Pengajuan MC harus dilampiri :
  • Back up data lengkap (quantity dan Quality)
  • BHS (Buku Harian Standar) berikut rekapitulasinya
  • Laporan Mingguan
  • Kumpulan hasil uji material, hasil uji produk
  • Kumpulan tiket pengiriman, form request, shop drawing, dan lain – lain.

Laporan-laporan /Dokumentasi
  1. Laporan harian dengan BHS diisi oleh tiga Pihak setiap hari, direkap tiap bulan sebagai lampiran pengajuan MC, BHS didistribusi sesuai kebutuhan oleh PPK.
  2. Laporan akhir pelaksanaan harus diserahkan kepada PPK paling lambat 14 (empat belas) hari setelah PHO.
  3. Foto – foto 0 %; 50 %; 100 % dibuat dari STA awal sampai STA akhir minimal 50 Meter dengan titik ambil yang sama.
  4. As Built Drawing dibuat dalam ukuran A3 digandakan sebanyak 6 x; harus selesai dan diserahkan ke Direksi Pekerjaan paling lambat 14 hari setelah PHO. Bila Penyedia Jasa gagal menyiapkan As Built Drawing sampai batas toleransi yang diberikan PPK maka PPK bisa menunjuk orang atau pihak lain untuk membuat As Built Drawing tersebut dengan biaya dari Penyedia Jasa Konstruksi seperti yang ditetapkan dalam Dokumen penawaran.

Pengaturan lalulintas dan Detour
  1. Apabila Penyedia Jasa Konstruksi harus mengalihkan lalu lintas sementara, maka harus dipastikan ada izin dari pihak berwenang, tidak ada keberatan dari masyarakat. Untuk hal tersebut pengurusan sepenuhnya ditanggung Penyedia Jasa Konstruksi termasuk kompensasi yang diperlukan. 
  2. Pihak PPK membantu koordinasi antar instansi yang diperlukan.
  3. Rambu Jalan dan alat keselamatan selalu digunakan

Jam kerja effektif
  1. Jam kerja ditetapkan : 7 Jam perhari
  2. Senin s/d Kamis, Sabtu : 08.00 s/d  04.00
  3. Jumat : 08.00 s/d  05.00.
  4. Untuk lembur harus mengajukan usulan kepada Direksi dan tidak dapat dilaksanakan tanpa persetujuan Direksi.
  5. Kompensasi kerja lembur, Penyedia Jasa Konstruksi harus menyepakati dengan Direksi Teknis.

Produr PHO/FHO
  1. Penyedia Jasa Konstruksi sudah harus mengajukan permintaan Serah Terima I Pekerjaan (PHO) paling lambat 14 (empat belas) hari sebelum batas akhir masa pelaksanaan untuk memberi waktu Panitia PHO melaksanakan penelitian (maximum 7 hari kerja sejak tanggal permintaan Penyedia Jasa Konstruksi).
  2. Saat mengajukan permintaan PHO, Progres Fisik sudah harus 100 % (termasuk syarat uji mutu telah terpenuhi) yang dinyatakan dengan Berita Acara pemeriksaan bersama (G.S; SE dan PO/PL).
  3. Bila Penyedia Jasa Konstruksi mengajukan permintaan PHO terlambat yang mengakibatkan dengan waktu yang dimiliki Panitia selama 7 hari kerja tersebut berakibatkan tanggal Berita Acara PHO melewati akhir masa pelaksanaan, maka kepada Penyedia Jasa akan dikenakan sanksi denda keterlambatan.

Penangan Kontrak Kritis
Prosedur penanganan kontrak kritis mengikuti Dokumen Bab  V.33 (33.1 s/d 33.2).

Pengendalian Arus Kas
  1. Rencana arus uang yang disetujui terlampir.
  2. Apabila dalam pelaksanaan Penyedia Jasa tidak menggunakan uang muka yang sudah diterima seperti rencana yang diajukan saat pembayaran uang muka, maka PPK akan membuat teguran tertulis. Apabila teguran diabaikan oleh Penyedia Jasa maka PPK akan mempercepat pengembalian uang muka pada pembayaran bulan – bulan berikutnya dengan menaikkan prosentase pengembalian uang muka menjadi 50 %.

Pekerjaan yang disubkontrakkan
  1. Pekerjaan – pekerjaan yang di Sub kontrakkan adalah : NIHIL (jika tidak disubkan)
  2. Penyedia Jasa Konstruksi yang disetujui sebagai Sub Kontraktor adalah :
  3. Penyedia Jasa Konstruksi tetap bertanggung jawab kepada Pengguna Jasa atas pekerjaan yang dikerjakan Sub Kontraktor. 
Kami melayani Jasa sewa Sertifikasi Keahlian (SKA) dan Sertifikat Keterampilan Kerja (SKTK) untuk mengikuti penawaran atau lelang, Kami juga melayani Jasa Pengangkutan untuk seluruh Kalimantan Barat. Serta Kami Menjual Aspal drum Murah, Untuk Harga Aspal Pertamina Rp. 1.375.000,-/Drum dan Aspal Iran 1.350.000,-/Drum, yang berminat silakan hubungi kami hP. 082299279279

Jual aspal Kalimantan Barat

Baca Juga artikel Berikut :